JATISAMPURNA – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono menegaskan lomba Anugerah Gapura Sri Baduga dan Lomba Kreatif, Inovatif dan Kolaborasi (KREASI) TP PKK bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan cerminan hasil kerja nyata kecamatan, kelurahan dan gerakan PKK yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Wiwiek Hargono saat memberikan sambutan pada Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 dan Lomba KREASI TP PKK Tahun 2026 di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Rabu (17/9/2026).
“Ini adalah lomba gapura dan kreasi PKK tingkat kota. Harapannya nanti menjadi persiapan kita di tahun depan, kalau tidak ada perubahan dari provinsi tetap akan dilakukan lomba di tingkat provinsi,” ujar Wiwiek.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan penilaian lanjutan dari pemaparan pada tahap pertama, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan.
“Ini bukan cuma sekedar lomba tetapi ini sebetulnya bagian dari apa yang sudah dikerjakan oleh kecamatan, kelurahan, kemudian gerakan PKK dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Wiwiek mengaku terkesan dengan perkembangan di empat kelurahan yang telah dinilai sebelumnya. Ia menyebut perubahan tahun ini sangat signifikan dibanding tahun lalu.
“Empat kelurahan kemarin itu juga saya lihat luar biasa ya. Saya membayangkan tahun lalu dengan tahun ini bedanya hampir seratus persen. Baik dari infrastrukturnya, kesiapan kadernya, kesiapan dari sarana dan prasarananya,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut, lanjut dia, tidak lepas dari adanya dukungan hibah yang menambah fasilitas dan semangat warga di wilayah.
“Ini juga menunjukkan tingkat kesadarannya sudah semakin tinggi. Baik dari aparatur pemerintahnya karena kaitannya terkait dengan tata kelola pemerintahan, kemudian juga inovasi di lapangannya,” katanya.
Wiwiek juga menyoroti kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat melalui gerakan PKK, dan generasi muda sebagai kunci menuju Kota Bekasi yang nyaman dan Indonesia yang hebat.
Dalam kesempatan itu, Wiwiek bercerita dirinya sempat terlambat hadir karena mendampingi kegiatan sebagai Bunda FORIKAN (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) di sekolah.
“Barusan saya didampingi sama Pak Camat, mohon maaf agak terlambat. Saya turun ke sekolah karena melalui Bunda saya sebagai Bunda Forikan memberikan kesadaran kepada anak-anak bagaimana manfaat makan ikan. Dan itu juga kita berikan mereka olahan ikan sehingga juga menginspirasi orang tua untuk nanti ke depannya menyajikan ikan dalam bentuk yang berbeda,” jelasnya.
Ia berharap inovasi pengolahan ikan tersebut bisa membuat anak-anak yang tidak suka ikan menjadi suka, melalui pola penyajian yang kreatif.
“Artinya ini kolaborasi yang aktif antara pemerintah, masyarakat, kemudian dari generasi mudanya dalam rangka menuju bagaimana Indonesia nanti ke depannya menjadi Indonesia yang hebat. Dimulai dari anak, dari Kota Bekasi yang nyaman kotanya, sejahtera warganya,” tutupnya.
Acara penilaian di Jatirangga dihadiri Camat Jatisampurna Nata Wirya, Lurah Jatirangga, jajaran TP PKK Kota Bekasi, kader PKK, serta tokoh masyarakat setempat. (¥ud)












