BEKASI TIMUR – Warga Perumahan Taman Kayuringin, Kota Bekasi, mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi di lingkungan mereka. Keluhan tersebut disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi.
Perwakilan warga, Faigiziduhu Ndruru, mengatakan banjir di kawasan tersebut terjadi akibat limpahan air dari Kali Alam yang mengalir ke Kali Jati. Menurut dia, kondisi aliran sungai saat ini tidak lagi optimal seperti beberapa tahun lalu.
“Perumahan kami sering banjir karena limpahan dari Kali Alam ke Kali Jati. Dulu sebelum tahun 2020 kondisinya masih lancar, karena belum ada sedimentasi dan tidak terjadi penyempitan akibat bangunan,” ujar Faigiziduhu, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terjadi pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta penyempitan aliran karena adanya bangunan di sekitar bantaran kali. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak lancar sehingga saat hujan deras air mudah meluap ke permukiman warga.
Karena itu, warga berharap adanya penertiban bangunan di sekitar bantaran sungai agar aliran air kembali lancar.
“Nanti bangunan itu harus ditertibkan. Jadi kalau air dari atas mengalir, bisa lancar sampai ke sini dan tidak masuk ke permukiman warga,” kata dia.
Selain itu, warga juga mengusulkan normalisasi sungai dan pengangkatan sedimentasi sebagai solusi jangka panjang. Mereka juga berharap pemerintah membangun saluran air yang lebih memadai untuk mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga dengan membuat disposisi kepada Komisi II DPRD Kota Bekasi.
“Kita akan tindak lanjuti. Kami akan membuat disposisi di Komisi II dan mengundang dinas terkait untuk direkomendasikan langkah apa yang harus dilakukan,” kata Sardi.
Ia juga meminta warga menyampaikan aspirasi secara tertulis agar dapat diproses melalui DPRD dan menjadi rekomendasi resmi kepada Pemerintah Kota Bekasi.
Menurut Sardi, sejumlah opsi penanganan banjir dapat dibahas bersama dinas terkait, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, penyodetan aliran air, hingga pembangunan tandon air di wilayah yang rawan genangan.
“Semua itu bisa kami rekomendasikan kepada Wali Kota sebagai bagian dari upaya mencari solusi penanganan banjir di wilayah tersebut,” ujar dia. (wr/ads)










