BEKASI SELATAN – DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi menggelar diskusi politik dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi partai sekaligus penguatan program-program kerakyatan.
Agenda itu turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Ahmad Faisyal Hermawan, serta para kader PDI Perjuangan Kota Bekasi.
Dalam keterangannya, Ono Surono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi partai guna memastikan seluruh program berjalan sesuai instruksi DPP maupun DPD partai.
“Hari ini kita melakukan konsolidasi untuk memastikan program-program partai berjalan dengan baik berdasarkan instruksi dari DPD maupun DPP partai. Yang paling kita sikapi saat ini terkait bulan Juni yang merupakan Bulan Bung Karno,” ujar Ono kepada awak media.
Ia menjelaskan, DPP PDI Perjuangan telah menginstruksikan seluruh DPC untuk menyusun berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan tersebut meliputi diskusi, seminar, hingga perlombaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Maka DPP telah menginstruksikan seluruh DPC segera menyusun kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, mulai dari diskusi, seminar, hingga lomba-lomba. Tentunya pelibatan masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.
Menurut Ono, tujuan utama kegiatan tersebut ialah menghadirkan kembali ajaran dan semangat perjuangan Bung Karno di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.
“Bagaimana Bung Karno dikenalkan kembali, ajarannya dikenalkan kembali, sehingga spirit Bung Karno benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk menghadapi situasi dan kondisi saat ini yang sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Selain itu, Ono juga menyampaikan instruksi partai terkait evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. Menurutnya, program-program yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik perlu dikurangi dan dialihkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sesuai instruksi DPP partai, kami melakukan evaluasi terhadap APBD Kota Bekasi untuk menghapus program-program yang tidak berhubungan dengan pelayanan publik maupun masyarakat,” tuturnya.
Ia mencontohkan kegiatan seperti kunjungan kerja dan studi banding agar lebih diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program-program tersebut harus mengarah pada penguatan ekonomi rakyat, terlebih di tengah kondisi saat ini ketika nilai dolar naik, inflasi mulai terjadi, serta harga bahan pokok ikut meningkat,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ia juga mendorong kader partai dan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana guna mengurangi beban ekonomi keluarga.
“Di wilayah perkotaan memang tidak ada lahan pertanian, tetapi masih ada pekarangan rumah yang bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, dan tanaman lainnya yang dapat membantu mengurangi beban masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Ono memastikan konsolidasi organisasi partai hingga tingkat bawah akan dirampungkan pada bulan Juni ini, termasuk pembentukan PAC, ranting, hingga anak ranting.
“Bulan ini juga kami akan membagikan surat keputusan DPD untuk PAC di 12 kecamatan. Selanjutnya DPC akan membagikan surat keputusan untuk ranting dan anak ranting berbasis kelurahan hingga tingkat RW,” ucapnya.
Ia menegaskan, apabila struktur partai telah lengkap hingga tingkat RW, maka instrumen tiga pilar partai di Kota Bekasi akan semakin kuat dalam membantu masyarakat.
“Ibu Ketua Umum selalu mengatakan bahwa kekuasaan hanyalah jalan. Pada hakikatnya, PDI Perjuangan hadir di tengah rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” tandasnya. (@nt)









