BEKASI TIMUR – Fraksi PAN Pembangunan DPRD Kota Bekasi mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi agar proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) tidak sekadar menjadi formalitas.
Sekretaris Fraksi PAN Pembangunan DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, menilai posisi Sekda sangat strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif. Karena itu, figur yang dipilih harus memiliki kapasitas, pengalaman, dedikasi, loyalitas, serta memahami kultur masyarakat Kota Bekasi.
“Dengan akan berakhirnya Sekda, tentu akan ada pengganti. Dan tentu akan dilakukan kegiatan fit and proper test,” kata Muin kepada awak media, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, Sekda memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Posisi tersebut juga menjadi penghubung penting antara kepala daerah dengan jajaran birokrasi.
Pria yang akrab disapa Bang Muin mengatakan, wali kota dan wakil wali kota merupakan jabatan politik sehingga membutuhkan dukungan birokrasi yang kuat agar program pemerintahan dapat berjalan optimal.
“Sekda ini penting keberadaannya terhadap jalannya pemerintahan, karena dia yang mengatur sirkulasi antar-OPD. Wali kota dan wakil itu kan jabatan politis yang tentu sangat terbantu kalau Sekdanya berfungsi dan berperan dengan baik,” ujarnya.
Ia pun meminta proses fit and proper test benar-benar digunakan untuk menggali kemampuan dan rekam jejak calon Sekda, bukan hanya untuk memenuhi tahapan administratif.
“Kita mengharapkan bahwa fit and proper test ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi sungguh-sungguh dilakukan oleh Pak Wali Kota untuk mencari figur yang sangat mumpuni menjadi Sekda,” tegasnya.
Muin juga mengingatkan agar proses pemilihan tidak dipengaruhi kepentingan maupun faktor kedekatan dengan kepala daerah.
“Jangan sampai hanya ada unsur kepentingan wali kota atau unsur kedekatan. Karena suksesnya wali kota dan wakil wali kota juga tidak bisa lepas daripada peran Sekda,” imbhunya.
Selain mengatur koordinasi antar-OPD, lanjut dia, Sekda juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara eksekutif dan legislatif, terutama dalam pembahasan anggaran serta berbagai kebijakan pemerintahan.
“Sekda juga punya peran dalam komunikasi dengan teman-teman di DPRD, dalam rangka pembahasan anggaran dan pembahasan lainnya. Konteksnya memang banyak ada di Sekda,” jelasnya.
Politisi Senior PAN berkaca dari pengalaman pemerintahan Kota Bekasi sebelumnya yang menurutnya menunjukkan pentingnya posisi Sekda dalam menjaga komunikasi dan koordinasi pemerintahan.
Karena itu, ia berharap proses seleksi kali ini mampu menghasilkan sosok yang memiliki kapasitas dan dapat diterima oleh seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat.
“Kita harapkan Sekda ini diterima oleh semua pihak, baik OPD, dewan maupun masyarakat, bahwa Sekda ini memang layak dan pantas untuk menduduki jabatan nomor tiga di Kota Bekasi,” tandasnya. (@nt)












