Menu

Mode Gelap
SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi Semen Padang FC Resmi Jadikan Stadion Patriot Bekasi sebagai Homebase Musim Depan Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

Politik

DPRD Soroti Efektivitas Polder di Bekasi, Desak Evaluasi dan Transparansi Proyek

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah.

BEKASI TIMUR – Kinerja infrastruktur pengendali banjir berupa polder di Kota Bekasi dinilai belum optimal. Kondisi ini mendapat perhatian dari DPRD Kota Bekasi, khususnya Komisi II, yang menilai kapasitas sejumlah polder belum mampu mengantisipasi lonjakan debit air saat musim hujan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah, mengatakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pembangunan polder. Menurut dia, kajian teknis harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan ahli di bidang tata air.

“Ini memang perlu menjadi evaluasi. Kajian harus benar-benar dilakukan oleh ahli tata air, sehingga dalam proses pembentukan polder dilakukan secara komprehensif,” kata Saifuddaulah, Selasa (24/3/2026).

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan polder seharusnya dikomunikasikan sejak awal kepada DPRD. Hal itu penting agar fungsi pengawasan berjalan optimal serta tercipta sinkronisasi antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Memang ranahnya di eksekutif, tetapi dalam fungsi pengawasan DPRD harus dilibatkan supaya ada sinkronisasi. Dengan begitu, jika ada kekeliruan, prosesnya sudah melibatkan dewan sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti aspek pelaksanaan proyek, termasuk kualifikasi pihak ketiga yang terlibat. Saifuddaulah menekankan pentingnya kejelasan standar klasifikasi serta spesifikasi teknis dalam setiap proyek polder.

“Harus ada klasifikasi yang jelas dan standar pelaksanaan yang terukur. Saat SPK diterbitkan, spesifikasi teknisnya juga harus transparan dan diketahui oleh DPRD,” katanya.

Ia juga mengkritisi minimnya transparansi di lapangan. Menurut dia, masih banyak proyek yang tidak dilengkapi papan informasi terkait anggaran dan detail pekerjaan.

“Sering kali di lapangan tidak ada papan informasi proyek. Padahal itu bentuk transparansi. Harusnya dicantumkan dalam surat penunjukan pekerjaan kepada pihak ketiga,” ucapnya. (wr/ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan

3 Juni 2026 - 13:12 WIB

Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi saat menggelar Diskusi Politik

Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila

3 Juni 2026 - 11:10 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Muhamad Kamil

Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Doddy Sukmawirawan

Wujud Kepedulian, Achmad Rivai Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga

27 Mei 2026 - 17:16 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Achmad Rivai saat kegiatan kurban

Rudy Heryansah Apresiasi Rencana Kenaikan Dana Hibah RW Jadi Rp150 Juta

21 Mei 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Rudy Heryansah
Trending di Bekasi Kota