Menu

Mode Gelap
SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi Semen Padang FC Resmi Jadikan Stadion Patriot Bekasi sebagai Homebase Musim Depan Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

News

Polder dan Normalisasi Sungai Disebut Komisi I Dapat Atasi Banjir di Harapan Mulya

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Rizki Topananda. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Rizki Topananda.

BEKASI UTARA — Kawasan Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, masih menjadi salah satu wilayah di Kota Bekasi yang paling sering dilanda banjir. Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan yang nyata dan terstruktur.

Persoalan tersebut mengundang perhatian Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda. Ia mengajukan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk mengatasi genangan yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.

Dalam paparannya, Rizki mendorong dua langkah utama, yakni normalisasi aliran Sungai Bekasi serta pembangunan kolam retensi atau polder di lahan yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT). Menurutnya, langkah ini penting untuk menekan dampak banjir kiriman yang kerap terjadi.

Rizki menilai usulan tersebut bersifat mendesak mengingat posisi geografis Harapan Mulya yang berada tepat di bantaran sungai. Ia menjelaskan, potensi luapan air tetap tinggi meskipun tidak ada hujan di lokasi, akibat kiriman air dari hulu.

“Wilayah Harapan Mulya ini banyak yang berbatasan langsung dengan Sungai Bekasi. Ketika sungai meluap, apalagi ditambah kiriman air, meskipun di sini cerah, tetap saja banjir,” ujarnya, pada Selasa (24/3/2026).

Lebih lanjut, politisi tersebut merinci dua poin dalam usulannya. Pertama, pengerukan sedimentasi dan normalisasi sungai guna memperbesar kapasitas tampung air. Kedua, optimalisasi lahan milik PJT untuk dibangun kolam retensi yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara saat debit air meningkat.

“Dengan adanya kolam resapan, kita bisa mengurangi atau bahkan menekan risiko banjir ketika terjadi kiriman air dari hulu,” tuturnya.

Tak hanya untuk mitigasi banjir, Rizki juga menyoroti pentingnya pengerukan sungai segera dilakukan guna mencegah potensi longsor yang dapat mengancam area pemakaman dan permukiman warga.

Rencananya, usulan pembangunan polder akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini. Sementara itu, Pemkot Bekasi diminta menyiapkan sinkronisasi administrasi dan program pendukung agar realisasi berjalan lancar.

Di tengah proses tersebut, Rizki berharap masyarakat turut berperan aktif dengan melakukan langkah-langkah pencegahan mandiri, seperti pembuatan lubang biopori di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat juga punya cara sendiri untuk mengurangi dampak banjir, setidaknya bisa meminimalisir ketika hujan datang,” pungkasnya. (war/ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi

4 Juni 2026 - 19:19 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia

Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi

4 Juni 2026 - 14:27 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi saat menerima audensi LPM Kota Bekasi

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan

3 Juni 2026 - 13:12 WIB

Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi saat menggelar Diskusi Politik

Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila

3 Juni 2026 - 11:10 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Muhamad Kamil

Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Doddy Sukmawirawan
Trending di Bekasi Kota