JATIASIH -Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatiasih, Pondok Melati, dan Jatisampurna, Ii Marlina, menggelar Reses II Tahun Anggaran 2026 di Gang Macan RW 03, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satu isu yang paling banyak disoroti warga adalah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda di Kota Bekasi.
Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan mengemuka, mulai dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, pornografi, kekerasan seksual, hingga fenomena yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya yang dianut masyarakat, termasuk isu LGBT.
Menanggapi hal tersebut, Ii Marlina menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPRD Kota Bekasi.
“Masyarakat Kota Bekasi menyampaikan kekhawatiran terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, pornografi, kekerasan seksual, hingga fenomena yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya yang dianut masyarakat, termasuk isu LGBT. Aspirasi ini tidak boleh diabaikan oleh pemerintah daerah,” ujar Ii.
Ia menilai penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan menangani dampaknya, melainkan harus dimulai dari upaya pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.
“Yang perlu kita evaluasi bukan sekadar munculnya fenomena tersebut, tetapi apakah Pemerintah Kota Bekasi telah memiliki langkah pencegahan yang komprehensif. Apakah pendidikan karakter diperkuat? Apakah ketahanan keluarga menjadi prioritas? Apakah pengawasan terhadap ruang publik dan ruang digital berjalan efektif? Apakah ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat?” katanya.
Menurut Srikandi PKS ini, pembangunan generasi muda membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya keluarga dan lembaga pendidikan.
“Membangun generasi muda bukan hanya tugas orang tua atau sekolah. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang memperkuat pendidikan karakter, ketahanan keluarga, serta menciptakan ruang publik yang aman dan sehat bagi anak-anak dan remaja,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat yang diterima dalam reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Bekasi.
“Seluruh aspirasi warga akan kami himpun dan kami perjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota Bekasi. Harapannya, kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperkuat perlindungan dan pembinaan generasi muda di Kota Bekasi,” tandansya. (@nt)








