Menu

Mode Gelap
PT Mitra Patriot Laporkan Dugaan Provokasi Penolakan Penataan Pasar Baru ke Polisi Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi

Nasional

Gelombang PHK Meningkat Tajam, Arzeti Bilbina Desak Pemerintah Bertindak Cepat

badge-check


					Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina Perbesar

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani lonjakan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri Tanah Air.

“Kenaikan angka PHK adalah masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Dampaknya tidak hanya pada perekonomian, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah harus segera hadir dengan solusi efektif,” tegas Arzeti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang semester pertama 2025, tercatat 42.385 pekerja terkena PHK. Angka ini melonjak 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pemerintah harus segera bertindak sebelum situasi semakin buruk. Dengan kebijakan yang tepat, gelombang PHK bisa dikendalikan,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Arzeti menyarankan beberapa langkah strategis, seperti pemberian insentif fiskal bagi industri padat karya dan pengembangan sektor unggulan seperti teknologi, pariwisata, serta ekonomi digital. Selain itu, ia mendorong peningkatan belanja negara di bidang infrastruktur dan UMKM untuk membuka lapangan kerja baru.

“Stimulus fiskal yang lebih besar diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran Satgas PHK yang dibentuk pemerintah. Menurutnya, satgas ini harus lebih proaktif dalam memetakan risiko PHK dan memberikan solusi preventif.

“Satgas PHK harus bergerak cepat, tidak hanya menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi juga mencegah PHK massal di sektor-sektor rawan,” ujarnya.

Arzeti menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat vital untuk mengatasi krisis ketenagakerjaan ini. “Kita tidak boleh lamban. Jika tidak segera diantisipasi, dampaknya bisa berkepanjangan,” pungkasnya. (ssb/aha)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Mitra Patriot Laporkan Dugaan Provokasi Penolakan Penataan Pasar Baru ke Polisi

7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Dirut PT.MP

Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi

7 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan

7 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo

7 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas

6 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe
Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!