Menu

Mode Gelap
SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi Semen Padang FC Resmi Jadikan Stadion Patriot Bekasi sebagai Homebase Musim Depan Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

Politik

DPRD Kota Bekasi Soroti Wilayah yang Belum Memiliki SMP Negeri

badge-check


					Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin.

BEKASI TIMUR – DPRD Kota Bekasi menyoroti masih adanya wilayah di Kota Bekasi yang belum memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi memetakan secara rinci wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap SMP Negeri.

Menurut dia, pemetaan tersebut penting agar pemerintah daerah dapat mengetahui tingkat ketimpangan pendidikan di setiap kecamatan sekaligus merumuskan solusi yang tepat.

“Harus jelas wilayah mana yang ketimpangannya paling tinggi, minimal per kecamatan. Ini penting agar ada solusi konkret,” ujar Misbah, Jumat (13/3/2026).

Misbah mencontohkan kondisi di daerah pemilihannya di Kecamatan Jatiasih. Ia mengatakan, hingga saat ini masih terdapat kelurahan yang belum memiliki SMP Negeri.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak menyulitkan masyarakat dalam mengakses pendidikan.

“Di dapil saya, Kecamatan Jatiasih, masih ada kelurahan yang sampai hari ini belum mempunyai SMP Negeri. Apakah kemudian siswanya harus menumpang di SD atau bagaimana mekanismenya,” kata dia.

Ia menjelaskan, di Kelurahan Jatirasa memang terdapat kegiatan belajar mengajar untuk tingkat SMP. Namun, sekolah tersebut belum berdiri sebagai SMP Negeri secara definitif.

Kondisi ini, lanjut Misbah, berpotensi menimbulkan persoalan, terutama dalam penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru.

Menurut dia, apabila pemerataan fasilitas pendidikan belum tercapai, sistem zonasi justru berisiko menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.

“Jangan sampai sistem zonasi justru menciptakan ketidakadilan bagi masyarakat. Kalau fasilitas sekolah negerinya belum merata, tentu masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.

Karena itu, Misbah mendorong Dinas Pendidikan Kota Bekasi segera melakukan evaluasi serta menyusun perencanaan pembangunan unit sekolah baru di wilayah yang masih kekurangan SMP Negeri.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh warga Kota Bekasi memperoleh akses pendidikan yang setara. (sp/ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan

3 Juni 2026 - 13:12 WIB

Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi saat menggelar Diskusi Politik

Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila

3 Juni 2026 - 11:10 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Muhamad Kamil

Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Doddy Sukmawirawan

Wujud Kepedulian, Achmad Rivai Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga

27 Mei 2026 - 17:16 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Achmad Rivai saat kegiatan kurban

Rudy Heryansah Apresiasi Rencana Kenaikan Dana Hibah RW Jadi Rp150 Juta

21 Mei 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Rudy Heryansah
Trending di Bekasi Kota