Menu

Mode Gelap
Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi Lakukan Penyegaran, Bambang Purwanto Ditunjuk Jadi Ketua Respon Penolakan Warga, Yenny Tinjau Langsung Aliran Pembuangan Banjir di Perumnas 1 Pasang Spanduk Protes, Warga Perumnas 1 Tolak Wilayahnya Dijadikan Tampungan Air Penyebab Banjir Kembali Raih WTP, Kota Bekasi Masuk Lima Besar Tindak Lanjut Rekomendasi BPK di Jawa Barat SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi

Bekasi Kota

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Serukan Kolaborasi Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Muhammad Kamil. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Muhammad Kamil.

BEKASI SELATAN – Maraknya praktik “bank keliling” (bank emok), rentenir, dan pinjaman online ilegal yang mencekik masyarakat mendorong Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil Syaikhu, untuk menyerukan aksi kolaborasi. Seruan ini disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah” yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) di Hotel Amarossa, Rabu (19/11/2025).

FGD tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh kunci, antara lain Ketua MUI Kota Bekasi K.H. Syaifudin Sirodj, Ketua MES Abdul Khoir, Asda 2 Pemerintah Kota Bekasi Inayatullah, Ketua LAZ UCare Anwar Mughni, serta perwakilan dari Polres Bekasi, Acep.

Kamil, yang berasal dari Fraksi PKS, memaparkan bahwa masalah ini kerap menjerat masyarakat kalangan menengah ke bawah. “Banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah terjerat bank keliling atau pinjaman online ilegal,” ujarnya.

Ia menjelaskan skema pinjaman yang memberatkan tersebut. “Biasanya yang sering terjadi pada pelaku UMKM, pinjam Rp 1 juta, diterima Rp 800 ribu. Saat pengembalian harus membayar Rp 1,2 juta. Itu artinya, ada biaya tambahan sebesar Rp 400 ribu yang harus ditanggung,” jelas Kamil.

Sebagai solusi, Kamil memberikan dua rekomendasi utama. Pertama, ia medorong Pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan bantuan modal ringan bagi pelaku UMKM. Kedua, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas peredaran bank keliling, pinjaman ilegal, dan rentenir.

“Selain itu, harus ada upaya pencegahan dengan membuat satgas pencegahan bank keliling, pinjaman ilegal dan rentenir agar dapat dicegah peredarannya di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kamil juga mendorong agar Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kota Bekasi, MES, dan Pemerintah Kota Bekasi dapat bersinergi. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan program nyata, seperti pemberian modal usaha bagi UMKM, sehingga masyarakat memiliki alternatif pendanaan yang sehat dan terhindar dari jeratan rentenir. (Ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi Lakukan Penyegaran, Bambang Purwanto Ditunjuk Jadi Ketua

15 Juni 2026 - 11:15 WIB

Paripurna DPRD Kota Bekasi

Respon Penolakan Warga, Yenny Tinjau Langsung Aliran Pembuangan Banjir di Perumnas 1

11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Yenny Kristianti saat meninjau lokasi pembuangan air yang sebabkan banjir diwliayahnya

Pasang Spanduk Protes, Warga Perumnas 1 Tolak Wilayahnya Dijadikan Tampungan Air Penyebab Banjir

10 Juni 2026 - 23:07 WIB

Aksi protes warga perumnas I menolak wilayahnya dijadikan penampungan air penyebab banjir

Kembali Raih WTP, Kota Bekasi Masuk Lima Besar Tindak Lanjut Rekomendasi BPK di Jawa Barat

9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Plh Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe saat menerima penghargaan WTP dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat

SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi

4 Juni 2026 - 19:19 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia
Trending di Bekasi Kota