Menu

Mode Gelap
SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi Semen Padang FC Resmi Jadikan Stadion Patriot Bekasi sebagai Homebase Musim Depan Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

Nasional

Gelombang PHK Meningkat Tajam, Arzeti Bilbina Desak Pemerintah Bertindak Cepat

badge-check


					Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina Perbesar

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani lonjakan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri Tanah Air.

“Kenaikan angka PHK adalah masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Dampaknya tidak hanya pada perekonomian, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah harus segera hadir dengan solusi efektif,” tegas Arzeti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang semester pertama 2025, tercatat 42.385 pekerja terkena PHK. Angka ini melonjak 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pemerintah harus segera bertindak sebelum situasi semakin buruk. Dengan kebijakan yang tepat, gelombang PHK bisa dikendalikan,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Arzeti menyarankan beberapa langkah strategis, seperti pemberian insentif fiskal bagi industri padat karya dan pengembangan sektor unggulan seperti teknologi, pariwisata, serta ekonomi digital. Selain itu, ia mendorong peningkatan belanja negara di bidang infrastruktur dan UMKM untuk membuka lapangan kerja baru.

“Stimulus fiskal yang lebih besar diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran Satgas PHK yang dibentuk pemerintah. Menurutnya, satgas ini harus lebih proaktif dalam memetakan risiko PHK dan memberikan solusi preventif.

“Satgas PHK harus bergerak cepat, tidak hanya menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi juga mencegah PHK massal di sektor-sektor rawan,” ujarnya.

Arzeti menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat vital untuk mengatasi krisis ketenagakerjaan ini. “Kita tidak boleh lamban. Jika tidak segera diantisipasi, dampaknya bisa berkepanjangan,” pungkasnya. (ssb/aha)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPMB 2026, Ketua Komisi IV Dorong Prioritas bagi Anak Warga Kota Bekasi

4 Juni 2026 - 19:19 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia

Tampung Aspirasi LPM, Ketua Dewan Dorong Penguatan Regulasi

4 Juni 2026 - 14:27 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi saat menerima audensi LPM Kota Bekasi

Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Kota Bekasi Siapkan Program Kerakyatan

3 Juni 2026 - 13:12 WIB

Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi saat menggelar Diskusi Politik

Legislator PKS Sesalkan Sejumlah Pejabat Tak Hadiri Apel Hari Lahir Pancasila

3 Juni 2026 - 11:10 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi Muhamad Kamil

Komisi II Dorong Evaluasi Regulasi Industri Pasca Kebakaran SPBE Cimuning

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Doddy Sukmawirawan
Trending di Bekasi Kota