JATISAMPURNA – Viral keluhan warga soal menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak berisiko stunting di Jatisampurna yang hanya berisi 3 siomay dan semangka, Kepala Puskesmas setempat akhirnya angkat bicara.
Kepala Puskesmas Jatiranggon sekaligus Plt. Kepala Puskesmas Jatisampurna, dr. Carla Febriyanti Shintianingsih, MARS., menegaskan menu tersebut adalah PMT Pemulihan berupa kudapan, bukan makanan utama dan bukan untuk anak yang sudah stunting.
“Yang viral kemarin itu PMT untuk anak yang gejalanya atau mendekati stunting. Pemberiannya sebagai makanan tambahan. Namanya PMT pemulihan, jadi bukan menu bergizi utama,” jelas dr. Carla, Jum’at (18/9/2026).
Menurutnya, program ini merupakan bantuan Kementerian Kesehatan yang disalurkan ke daerah. Sesuai juknis Kemenkes, bentuknya memang kudapan yang harus mengandung protein sebagai makanan pelengkap.
Data penerima manfaat diperoleh dari penimbangan rutin di Posyandu setiap bulan. Petugas mengukur berat dan tinggi badan balita, kemudian diverifikasi puskesmas untuk menentukan kriteria gizi kurang, berat badan tidak naik, atau mengarah ke stunting.
“Jadi makanan yang kita berikan sebagai tambahan, sebagai pelengkap,” tegasnya.
Dr. Carla menjelaskan program ini sudah berjalan lebih dari 2 minggu di kelurahan wilayah Jatisampurna dan direncanakan berlangsung selama 90 hari.
Untuk teknis penyaluran, Puskesmas hanya membantu menyusun menu melalui ahli gizi. Sedangkan distribusi dan penentuan penerima manfaat diakomodir oleh pihak kelurahan dan diserahkan ke kader Posyandu.
“Dari pihak puskesmas untuk mengakomodir semua kelurahan, yang akomodir adalah kelurahan. Kalau puskesmas hanya membantu membuatkan menunya, karena menu dibuat ahli gizi. Untuk distribusi ke penerima manfaat nanti pihak kelurahan kemudian ke kader Posyandu,” pungkasnya. (¥ud)












