Menu

Mode Gelap
Penertiban Lanjutan, Satpol PP Jatisampurna Bongkar Belasan Kios PKL Liar di Kranggan Pelayanan Jemput Bola Kelurahan Jatisampurna Datangi Lansia untuk Rekam e-KTP DPRD Kota Bekasi Buka Ruang Partisipasi Publik Lewat Sosialisasi Dua Raperda Usai Viral Dugaan Pungli, Dishub Kota Bekasi Serahkan Proses Hukuman ke Tim Pemeriksa Belum Maksimal, Komisi II DPRD Kota Bekasi Dorong OPD Percepatan Penyerapan Anggaran 2026 Defisit Rp227 Miliar, Pemkot Bekasi Perintahkan OPD Rasionalisasi Anggaran

Bekasi Kota

Defisit Rp227 Miliar, Pemkot Bekasi Perintahkan OPD Rasionalisasi Anggaran

badge-check


					Defisit Rp227 Miliar, Pemkot Bekasi Perintahkan OPD Rasionalisasi Anggaran Perbesar

BEKASI SELATAN – Pemkot Bekasi menghadapi tekanan fiskal. Proyeksi defisit APBD 2027 mencapai Rp227 miliar. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memerintahkan seluruh OPD segera melakukan rasionalisasi anggaran untuk menghindari gagal bayar, termasuk keterlambatan TPP ASN.

Defisit Picu Risiko Keterlambatan TPP
Tri Adhianto menegaskan seluruh perangkat daerah wajib menyesuaikan pos belanja melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah atau SIPD.

“Segera lakukan penyesuaian anggaran karena proyeksi APBD 2027 masih mengalami defisit. OPD yang mendapat arahan rasionalisasi harus segera memperbaiki dan menyesuaikan anggaran di SIPD,” ujar Tri, Selasa 4 Agustus 2026.

Ia menyebut batas aman penyerapan anggaran ada di angka 86 persen. Jika melampaui batas itu, kas daerah akan tertekan dan berisiko mengganggu pembayaran kewajiban pemerintah, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP bagi ASN.

Tekanan Anggaran Dipicu Pemotongan 2026

Kondisi fiskal 2027 tertekan akibat pemotongan anggaran pada 2026 sebesar Rp109 miliar.

Dampaknya, target Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang semula 95 persen diproyeksikan hanya terealisasi 90 persen.

Meski begitu, Tri memastikan kondisi keuangan Kota Bekasi masih relatif aman dibanding daerah lain. Hal itu karena kemampuan penghimpunan PAD masih cukup kuat.

Efisiensi Jadi Kunci
Wali Kota meminta seluruh OPD disiplin mengelola belanja. Efisiensi anggaran dinilai penting agar pelayanan publik tetap berjalan dan stabilitas keuangan daerah terjaga.

Pemkot menargetkan proses rasionalisasi segera rampung. Tujuannya agar struktur APBD kembali sehat dan potensi penundaan pembayaran kewajiban, termasuk TPP ASN, bisa diantisipasi sejak dini. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penertiban Lanjutan, Satpol PP Jatisampurna Bongkar Belasan Kios PKL Liar di Kranggan

6 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Pelayanan Jemput Bola Kelurahan Jatisampurna Datangi Lansia untuk Rekam e-KTP

6 Agustus 2026 - 08:46 WIB

DPRD Kota Bekasi Buka Ruang Partisipasi Publik Lewat Sosialisasi Dua Raperda

5 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Sekwan DPRD Kota Bekasi Lia Erliani

Usai Viral Dugaan Pungli, Dishub Kota Bekasi Serahkan Proses Hukuman ke Tim Pemeriksa

5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Zeno Bachtiar Kadishub Kota Bekasi

Belum Maksimal, Komisi II DPRD Kota Bekasi Dorong OPD Percepatan Penyerapan Anggaran 2026

5 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Komisi II DPRD Kota Bekasi saat menggelar Rapat
Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!