BEKASI TIMUR – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengusulkan pembentukan kampung batik sebagai upaya melestarikan sekaligus mengembangkan Batik Bekasi.
Menurut Sardi, kampung batik tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan literasi sejarah batik lokal.
“Kami membayangkan kampung batik yang menyatukan aktivitas pembuatan batik, pelatihan masyarakat, hingga literasi sejarah Batik Bekasi. Ini penting agar generasi muda dan wisatawan dapat mengenal kekayaan budaya lokal,” ujar Sardi, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, sejarah panjang Batik Bekasi juga akan didokumentasikan dalam bentuk buku. Dokumentasi ini dinilai penting sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal lintas generasi.
Sementara itu, Ketua Kombas, Barito Hakim Putra, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai, keberadaan kampung batik dapat memperkuat posisi batik sebagai identitas budaya sekaligus mendorong pengembangannya.
“Kami sepenuhnya mendukung gagasan Pak Ketua. Batik, sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Kombas siap berkontribusi mewujudkan gagasan ini,” kata Barito.
Sejak berdiri pada 2010, Kombas aktif memperkenalkan Batik Bekasi melalui berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, organisasi tersebut juga rutin menggelar pelatihan membatik bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
Rencana pendirian kampung batik ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi pusat ekonomi kreatif baru di Kota Bekasi. (wr/ads)










