Menu

Mode Gelap
Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi Soroti PHK Nakes RS Ananda yang Dinilai Tak Manusiawi Resmi! Achmad Rivai Terpilih Jadi Ketua DPD PAN Kota Bekasi Abdul Harris Bertekad Perkuat Sinergi dan Inovasi Pembangunan, Hadiri Halal Bihalal di Gedung Sate Gekrafs Kota Bekasi Dukung Amsal Sitepu, Serukan Keadilan bagi Pelaku Ekraf di Tanah Air DPRD Kota Bekasi Dorong Pemetaan Daerah Asal Pendatang Baru Ketua DPRD Kota Bekasi Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1447 H

Bekasi Kabupaten

Pemkab Bekasi Gencar Usung Konsep MICE Dongkrak Wisata Daerah

badge-check


					Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memacu pengembangan sektor pariwisata dengan mengusung konsep Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Perbesar

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memacu pengembangan sektor pariwisata dengan mengusung konsep Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memacu pengembangan sektor pariwisata dengan mengusung konsep Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) yang berbasis pada potensi industri daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan (Sospem) Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi, Wiwin Yuniarti, pada Rabu (25/03/2026).

Wiwin menegaskan bahwa setiap daerah dituntut untuk memiliki identitas pariwisata yang menjadi ciri khasnya. Di tengah gempuran destinasi wisata alam dan kuliner yang dimiliki daerah lain, Kabupaten Bekasi justru difokuskan untuk mengembangkan wisata industri sebagai unggulan utama.

“Setiap daerah itu punya ciri khas. Kabupaten Bekasi saat ini sedang digencarkan menjadi wisata industri, karena potensi industrinya memang besar,” ujar Wiwin.

Menurutnya, pengembangan wisata industri tidak cukup hanya mengandalkan kawasan pabrik. Diperlukan integrasi dengan beragam fasilitas penunjang seperti pusat kuliner, perhotelan, ruang pertemuan, hingga tempat hiburan. Sinergi ini dinilai mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau industri digabung dengan kondisi wilayah sekitarnya, seperti ada tempat kuliner, meeting, dan wisata, itu akan jadi menarik dan berdampak pada peningkatan infrastruktur serta ekonomi,” jelasnya.

Lebih jauh, konsep ini juga diharapkan dapat mengangkat promosi Kabupaten Bekasi hingga ke kancah internasional seiring dengan meningkatnya aktivitas industri dan bisnis di wilayah tersebut. Dalam upaya itu, Balitbangda Kabupaten Bekasi tengah menyiapkan kajian strategis yang akan menjadi landasan kebijakan. Wiwin menyebutkan bahwa pihaknya saat ini melakukan analisis mendalam terkait potensi yang dimiliki, peluang yang bisa dimanfaatkan, serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata MICE.

“Kami mengkaji apa saja potensi yang dimiliki, peluangnya seperti apa, serta kendala yang dihadapi. Hasilnya nanti akan menjadi rekomendasi kebijakan,” terangnya.

Ia menambahkan, hasil kajian tersebut tidak hanya berisi rekomendasi, tetapi juga mencakup peta jalan (roadmap) dan langkah-langkah strategis yang nantinya dapat diimplementasikan oleh Dinas Pariwisata. Proses kajian sendiri melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, serta instansi terkait lainnya. Saat ini, kajian tersebut masih berada pada tahap awal berupa rapat pendahuluan.

“Ini masih tahap awal, jadi belum final. Tapi ke depan hasilnya akan menjadi acuan kebijakan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata,” ungkapnya.

Wiwin turut mencontohkan kawasan Grand Wisata yang berada di sekitar kawasan industri MM2100 sebagai salah satu lokasi potensial untuk model pengembangan MICE yang terintegrasi. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan seperti pameran, rapat, hingga akomodasi dalam satu kawasan terpadu.

“Harapannya ada percontohan, misalnya di kawasan yang dekat industri, tersedia hotel, tempat meeting, dan venue expo dalam satu area,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi yang justru menggelar kegiatan di luar daerah, seperti di Tangerang atau Kemayoran. Hal ini dinilai sebagai peluang yang harus dimanfaatkan agar aktivitas bisnis dapat terserap dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi wilayah setempat.

“Jangan sampai perusahaan di Bekasi malah mengadakan kegiatan di luar daerah. Ini yang ingin kita tarik agar dampaknya kembali ke Bekasi,” tegasnya.

Meski demikian, Wiwin mengakui bahwa pengembangan wisata MICE masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia serta belum tersedianya fasilitas berskala besar yang representatif.

“Saat ini masih skala kecil. Perlu dorongan SDM, regulasi, serta dukungan investor agar bisa berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peran investor menjadi faktor kunci dalam mewujudkan konsep ini, terutama dalam hal penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang memadai.

“Kalau didukung regulasi, perizinan, dan insentif, tentu akan menarik investor. Ini akan saling menguntungkan,” pungkasnya. (War)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Abdul Harris Bertekad Perkuat Sinergi dan Inovasi Pembangunan, Hadiri Halal Bihalal di Gedung Sate

31 Maret 2026 - 12:38 WIB

Momen kebersamaan dalam halal bihalal Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Gekrafs Kota Bekasi Dukung Amsal Sitepu, Serukan Keadilan bagi Pelaku Ekraf di Tanah Air

30 Maret 2026 - 19:32 WIB

Gekrafs Kota Bekasi.

Dewan Fraksi PDI Perjuangan Dukung Penerapan WFH di Kota Bekasi, Samuel: Saya Apresiasi

26 Maret 2026 - 19:29 WIB

ASN di lingkungan Pemkot Bekasi dalam sebuah agenda apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi.

Pasca-Lebaran Arus Urbanisasi ke Bekasi Menggeliat, Anggota DPRD: Wajar Tapi Waspada

26 Maret 2026 - 19:21 WIB

Sejumlah petugas Dishub sedang berkoordinasi terkait arus mudik dan arus balik lebaran di Terminal Induk Kota Bekasi. Sejumlah warga pendatang diprediksi akan meningkat usai lebaran 2026.

Polder dan Normalisasi Sungai Disebut Komisi I Dapat Atasi Banjir di Harapan Mulya

25 Maret 2026 - 09:10 WIB

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Rizki Topananda.
Trending di News