Menu

Mode Gelap
Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi Penertiban Lanjutan, Satpol PP Jatisampurna Bongkar Belasan Kios PKL Liar di Kranggan

News

Isu Wacana Pemotongan TPP ASN Menguat, Bang Muin Minta Pemkot Bekasi Jangan Korbankan Hak Pegawai

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied

BEKASI SELATAN – Setelah sebelumnya terjadi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini muncul isu adanya rencana pemotongan TPP bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Informasi yang beredar menyebutkan besaran pemotongan TPP ASN mencapai sekitar 8 persen. Meski belum ada keputusan resmi, isu tersebut memicu kekhawatiran di kalangan ASN karena dinilai berpotensi mengurangi kesejahteraan pegawai.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, meminta Pemerintah Kota Bekasi tetap mengedepankan skala prioritas dalam pengelolaan anggaran tanpa mengorbankan hak-hak pegawai.
<span;>Menurut politisi PAN tersebut, dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), DPRD telah mengingatkan agar kewajiban pemerintah terhadap ASN dan PPPK, termasuk pembayaran gaji dan TPP, menjadi prioritas utama.

“Kami menekankan kepada TAPD agar benar-benar mengutamakan skala prioritas. Hak pegawai seperti gaji dan TPP merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi,” ujar Muin kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, TPP merupakan bagian dari komitmen pemerintah kepada ASN. Karena itu, apabila kembali dilakukan pengurangan, dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesejahteraan sekaligus menurunkan motivasi kerja aparatur.

“TPP itu sudah menjadi komitmen pemerintah. Kalau dikurangi lagi, tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan pegawai. jangan sampai kebijakan seperti ini justru menurunkan motivasi kerja ASN maupun PPPK,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bang Muin ini juga mengingatkan bahwa ASN dan PPPK merupakan ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, jika kesejahteraan pegawai terganggu, kualitas pelayanan kepada masyarakat hingga pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berpotensi terdampak.

“Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat menurun karena kesejahteraan pegawai terganggu. Dampaknya bisa berpengaruh terhadap etos kerja, bahkan pencapaian target PAD,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), membantah adanya pembahasan mengenai pemotongan TPP ASN.

“Belum ada pembahasan itu. Saat ini kita masih fokus membahas KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027,” tegas Junaedi. (@nt)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi

7 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan

7 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo

7 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas

6 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe

Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi

6 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!