Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Isu Wacana Pemotongan TPP ASN Menguat, Bang Muin Minta Pemkot Bekasi Jangan Korbankan Hak Pegawai

badge-check

Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied

BEKASI SELATAN – Setelah sebelumnya terjadi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini muncul isu adanya rencana pemotongan TPP bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Informasi yang beredar menyebutkan besaran pemotongan TPP ASN mencapai sekitar 8 persen. Meski belum ada keputusan resmi, isu tersebut memicu kekhawatiran di kalangan ASN karena dinilai berpotensi mengurangi kesejahteraan pegawai.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, meminta Pemerintah Kota Bekasi tetap mengedepankan skala prioritas dalam pengelolaan anggaran tanpa mengorbankan hak-hak pegawai.
<span;>Menurut politisi PAN tersebut, dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), DPRD telah mengingatkan agar kewajiban pemerintah terhadap ASN dan PPPK, termasuk pembayaran gaji dan TPP, menjadi prioritas utama.

“Kami menekankan kepada TAPD agar benar-benar mengutamakan skala prioritas. Hak pegawai seperti gaji dan TPP merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi,” ujar Muin kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, TPP merupakan bagian dari komitmen pemerintah kepada ASN. Karena itu, apabila kembali dilakukan pengurangan, dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesejahteraan sekaligus menurunkan motivasi kerja aparatur.

“TPP itu sudah menjadi komitmen pemerintah. Kalau dikurangi lagi, tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan pegawai. jangan sampai kebijakan seperti ini justru menurunkan motivasi kerja ASN maupun PPPK,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bang Muin ini juga mengingatkan bahwa ASN dan PPPK merupakan ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, jika kesejahteraan pegawai terganggu, kualitas pelayanan kepada masyarakat hingga pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berpotensi terdampak.

“Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat menurun karena kesejahteraan pegawai terganggu. Dampaknya bisa berpengaruh terhadap etos kerja, bahkan pencapaian target PAD,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), membantah adanya pembahasan mengenai pemotongan TPP ASN.

“Belum ada pembahasan itu. Saat ini kita masih fokus membahas KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027,” tegas Junaedi. (@nt)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Iman di Tengah Tugas, Polsek Jatisampurna Rutin Gelar Yasinan dan Baca Al-Kahfi Tiap Malam Jumat

25 Sep 2026 - 09:23 WIB

Perkuat Iman di Tengah Tugas, Polsek Jatisampurna Rutin Gelar Yasinan dan Baca Al-Kahfi Tiap Malam Jumat

Tolak Jalan Lingkungan Dipakai Akses Cluster, Warga Perumahan Pemda Jatiasih Mengadu ke DPRD

24 Sep 2026 - 12:46 WIB

Tolak Jalan Lingkungan Dipakai Akses Cluster, Warga Perumahan Pemda Jatiasih Mengadu ke DPRD

Gandeng Honda, Kecamatan Jatisampurna Gelar 50 Kuota Servis dan Ganti Oli Gratis Untuk Warga

24 Sep 2026 - 10:55 WIB

Gandeng Honda, Kecamatan Jatisampurna Gelar 50 Kuota Servis dan Ganti Oli Gratis Untuk Warga

Titik Terang Kasus Tanah Senun bin Nikin, LSM Somasi Apresiasi Kepala BPN Bekasi Turun Langsung ke Lapangan

23 Sep 2026 - 18:51 WIB

Titik Terang Kasus Tanah Senun bin Nikin, LSM Somasi Apresiasi Kepala BPN Bekasi Turun Langsung ke Lapangan

Parfum Terjangkau Kualitas Bintang Lima, IB LUXURY Perfume Kuasai Pasar IFP 2026

23 Sep 2026 - 15:36 WIB

Parfum Terjangkau Kualitas Bintang Lima, IB LUXURY Perfume Kuasai Pasar IFP 2026
Trending di Ekbis
error: Content is protected !!