BEKASI TIMUR – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Muhammad Kamil, memberikan kritik tajam terkait pelaksanaan apel peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Bekasi yang digelar pada Senin (1/6/2026). Ia menyoroti adanya sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang diketahui tidak hadir dalam agenda nasional tersebut.
Menurut Kamil, apel peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting yang seharusnya diikuti secara khidmat oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
“Sejatinya, walaupun saat ini pemerintahan dipimpin oleh Pak Wakil Wali Kota selaku Plh, sudah seharusnya para pejabat tersebut menaruh hormat yang tinggi kepada beliau,” ujar Muhammad Kamil kepada awak media, Selasa (2/6/2026).
Ia menegaskan, legitimasi kepemimpinan di Kota Bekasi tidak berkurang meski saat ini roda pemerintahan dijalankan oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang bertindak sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi selama Wali Kota menjalankan ibadah haji.
“Perlu diingat kembali oleh kita semua, pemimpin di Kota Bekasi ini dipilih oleh rakyat bukan hanya Wali Kota saja, melainkan satu paket beserta Wakil Wali Kota,” katanya.
Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Bang Kamil ini meminta agar insiden ketidakhadiran sejumlah pejabat itu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, kedisiplinan dalam menghadiri apel merupakan cerminan keseriusan dalam menjalankan amanah pimpinan serta melayani masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini kepemimpinan daerah sepenuhnya berada di bawah kendali Wakil Wali Kota Bekasi selama Wali Kota menunaikan ibadah haji di tanah suci.
“Hal ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pejabat di Kota Bekasi agar tetap serius dan fokus dalam bekerja. Mari kita jadikan Pak Wakil Wali Kota sebagai pimpinan kita bersama yang harus didukung penuh selama Pak Wali Kota beribadah haji,” tegasnya.
Dirinya berharap dinamika tersebut tidak sampai mengganggu jalannya pelayanan publik di Kota Bekasi.
“Jangan sampai dinamika seperti ini mengendurkan semangat kerja, karena pelayanan publik di Kota Bekasi harus tetap berjalan secara optimal,” tandasnya. (@nt)









