Menu

Mode Gelap
SMPN 1 Cikarang Timur Larangan Siswa Bawa Ponsel ke Sekolah Optimalkan Pendapatan Pajak Daerah, Bapenda Kota Bekasi Sasar Kawasan Sentra Ekonomi Ada apa? Dua Kelurahan Kecamatan Jatisampurna Dapat Jatah Kuota PTSL Tanpa Sosialisasi Langsung Gas! DPRD Kota Bekasi Uji Petik Mitra OPD Tindak Lanjut LKPJ 2025 Gemilang! PTMP Sabet Tiga Penghargaan di TOP BUMD Awards 2026 Warga Kecamatan Jatisampurna Dapat Bansos Beras dan Minyak Goreng

News

Komisi III Minta Pemkot Bekasi Fokus Serap Tenaga Kerja, Bukan Cuma Pembangunan Fisik

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Abdul Muin Hafied. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Abdul Muin Hafied.

BEKASI TIMUR – Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi agar tidak hanya sibuk dengan proyek pembangunan fisik.

Menurutnya, ada tiga prioritas utama yang harus mendapat perhatian lebih: penyerapan tenaga kerja, serta akses kesehatan dan pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.

Poin-poin tersebut, kata Muin, menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kota Bekasi.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur yang masif selama ini tidak lantas menghapus berbagai pekerjaan rumah lainnya. Kemajuan SDM, akses pendidikan, dan layanan kesehatan yang layak masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara serius.

“Lapangan pekerjaan juga harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai persoalan ekonomi ini menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” tegas Abdul Muin Hafied, pada Minggu (22/3/2026).

Di sisi lain, politisi tersebut juga menyoroti program dana hibah senilai Rp100 juta yang digulirkan untuk tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Ia menilai program itu sebagai terobosan positif, namun mengingatkan agar anggaran tersebut benar-benar digunakan sesuai dengan rencana pembangunan di lingkungan masing-masing.

Muin pun meminta agar Pemkot Bekasi tidak menjadikan program hibah ini sebagai tolok ukur utama kemajuan suatu wilayah.

Menurutnya, pembangunan yang sejati tidak cukup diukur dari tingginya gedung atau lebar jalan. Indikator utamanya adalah sejauh mana seluruh lapisan masyarakat, baik yang tinggal di kawasan elit maupun di daerah pinggiran dapat merasakan kesejahteraan secara merata.

“Rp100 juta itu program RT/RW. Tapi pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja harus mendapat perhatian yang lebih besar lagi,” tandas Abdul Muin. (war/ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ada apa? Dua Kelurahan Kecamatan Jatisampurna Dapat Jatah Kuota PTSL Tanpa Sosialisasi

15 April 2026 - 14:29 WIB

Langsung Gas! DPRD Kota Bekasi Uji Petik Mitra OPD Tindak Lanjut LKPJ 2025

14 April 2026 - 00:04 WIB

Komisi IV saat melakukan uji petik di Disdik Kota Bekasi

Gemilang! PTMP Sabet Tiga Penghargaan di TOP BUMD Awards 2026

13 April 2026 - 17:38 WIB

Dirut PTMP bersama Walikota Bekasi saat menerima penghargaan

Warga Kecamatan Jatisampurna Dapat Bansos Beras dan Minyak Goreng

10 April 2026 - 09:15 WIB

Respon Cepat dan Tanggap, PLN ULP Babelan Sigap Tangani Aduan Warga

9 April 2026 - 17:45 WIB

Tim PLN Babelan saat melakukan penanganan
Trending di Bekasi Kabupaten