BEKASI TIMUR – Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi agar tidak hanya sibuk dengan proyek pembangunan fisik.
Menurutnya, ada tiga prioritas utama yang harus mendapat perhatian lebih: penyerapan tenaga kerja, serta akses kesehatan dan pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.
Poin-poin tersebut, kata Muin, menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kota Bekasi.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur yang masif selama ini tidak lantas menghapus berbagai pekerjaan rumah lainnya. Kemajuan SDM, akses pendidikan, dan layanan kesehatan yang layak masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara serius.
“Lapangan pekerjaan juga harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai persoalan ekonomi ini menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” tegas Abdul Muin Hafied, pada Minggu (22/3/2026).
Di sisi lain, politisi tersebut juga menyoroti program dana hibah senilai Rp100 juta yang digulirkan untuk tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Ia menilai program itu sebagai terobosan positif, namun mengingatkan agar anggaran tersebut benar-benar digunakan sesuai dengan rencana pembangunan di lingkungan masing-masing.
Muin pun meminta agar Pemkot Bekasi tidak menjadikan program hibah ini sebagai tolok ukur utama kemajuan suatu wilayah.
Menurutnya, pembangunan yang sejati tidak cukup diukur dari tingginya gedung atau lebar jalan. Indikator utamanya adalah sejauh mana seluruh lapisan masyarakat, baik yang tinggal di kawasan elit maupun di daerah pinggiran dapat merasakan kesejahteraan secara merata.
“Rp100 juta itu program RT/RW. Tapi pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja harus mendapat perhatian yang lebih besar lagi,” tandas Abdul Muin. (war/ads)









