Menu

Mode Gelap
Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi Penertiban Lanjutan, Satpol PP Jatisampurna Bongkar Belasan Kios PKL Liar di Kranggan

Bekasi Kota

Spektakuler! Ribuan Penari Ronggeng Nyentrik Goyang CFD

badge-check


					Ribuan penari saat melakukan aksi tarian Perbesar

Ribuan penari saat melakukan aksi tarian

BEKASI SELATAN – Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu pagi dipenuhi lautan penari yang memadati ruang publik. Ribuan penari dari berbagai komunitas dan kalangan tampil dalam pertunjukan tari kolosal yang memukau, menjadikan CFD tak sekadar ajang olahraga, tetapi juga panggung budaya berskala besar.

Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia, penampilan ronggeng nyentrik menjadi pusat perhatian. Gerakannya yang enerjik dan penuh karakter membuat warga terpukau, bahkan banyak yang rela menghentikan aktivitasnya untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir langsung di tengah keramaian dan memberikan apresiasi terhadap para penari yang terlibat.

“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” ujar Tri, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan, ruang publik seperti CFD akan terus dimaksimalkan sebagai wadah ekspresi seni dan budaya masyarakat.

“Kami ingin CFD tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang kreativitas dan pelestarian budaya lokal,” katanya.

Menurutnya, ronggeng nyentrik merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Budaya lokal harus kita hidupkan bersama. Ini adalah identitas Kota Bekasi,” ungkapnya.

Tri juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat ekosistem budaya.

“Ke depan, kami akan menghadirkan ruang-ruang pelestarian seperti perpustakaan dan museum budaya sebagai bagian dari penguatan karakter daerah,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Kawasan CFD berubah menjadi lautan manusia yang larut dalam irama tari, menciptakan suasana semarak sekaligus membanggakan.

“Budaya mampu menghidupkan ruang publik, mempererat kebersamaan, dan menjadi kekuatan bagi Bekasi untuk terus berkembang,” tandasnya. (@nt)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi

7 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan

7 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo

7 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas

6 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe

Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi

6 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!