Menu

Mode Gelap
Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi Soroti PHK Nakes RS Ananda yang Dinilai Tak Manusiawi Resmi! Achmad Rivai Terpilih Jadi Ketua DPD PAN Kota Bekasi Abdul Harris Bertekad Perkuat Sinergi dan Inovasi Pembangunan, Hadiri Halal Bihalal di Gedung Sate Gekrafs Kota Bekasi Dukung Amsal Sitepu, Serukan Keadilan bagi Pelaku Ekraf di Tanah Air DPRD Kota Bekasi Dorong Pemetaan Daerah Asal Pendatang Baru Ketua DPRD Kota Bekasi Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1447 H

News

Pasca-Lebaran Arus Urbanisasi ke Bekasi Menggeliat, Anggota DPRD: Wajar Tapi Waspada

badge-check


					Sejumlah petugas Dishub sedang berkoordinasi terkait arus mudik dan arus balik lebaran di Terminal Induk Kota Bekasi. Sejumlah warga pendatang diprediksi akan meningkat usai lebaran 2026. Perbesar

Sejumlah petugas Dishub sedang berkoordinasi terkait arus mudik dan arus balik lebaran di Terminal Induk Kota Bekasi. Sejumlah warga pendatang diprediksi akan meningkat usai lebaran 2026.

BEKASI TIMUR – Gelombang perpindahan penduduk menuju Kota Bekasi usai Idulfitri kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Fenomena ini pun menjadi sorotan serius berbagai elemen, termasuk jajaran legislatif setempat. Ahmadi, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, menilai bahwa lonjakan urbanisasi tersebut merupakan hal yang lumrah, namun mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar tidak memicu persoalan baru di kemudian hari.

Politikus yang akrab disapa Madong ini menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat dalam mencari penghidupan yang lebih baik merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial. Ia bahkan menyinggung bahwa dalam ajaran agama, berpindah tempat untuk mencari rezeki adalah sesuatu yang dianjurkan.

“Secara prinsip, ini hal yang sah-sah saja. Dalam ajaran agama pun, hijrah untuk mencari rezeki itu dianjurkan,” ujar Madong di sela-sela kegiatannya, Rabu (25/3/2026).

Madong mengakui bahwa Kota Bekasi memiliki daya tarik tersendiri sebagai daerah tujuan utama para pendatang. Letak geografisnya yang strategis dan potensi ekonomi yang dinilai menjanjikan menjadi faktor utama yang membuat kota ini terus dibanjiri peminat.

Meski demikian, legislator tersebut memberikan catatan kritis. Ia menekankan bahwa para pendatang hendaknya tidak datang tanpa bekal persiapan yang memadai. Menurutnya, kesiapan ekonomi serta keberadaan jaringan sosial menjadi krusial. Tanpa keduanya, arus perpindahan justru berisiko menimbulkan masalah sosial yang kompleks.

Lebih lanjut, ia menyoroti keterbatasan penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi. Hingga saat ini, lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh pencari kerja lokal, apalagi ditambah dengan kedatangan penduduk baru.

“Pemerintah daerah pun saat ini masih memiliki tantangan besar karena belum bisa menampung seluruh pencari kerja yang ada. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Dengan bertambahnya jumlah pendatang, Madong menilai beban sosial-ekonomi di kota ini berpotensi menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah antisipatif guna mencegah munculnya dampak negatif di masa mendatang. (war/ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi Soroti PHK Nakes RS Ananda yang Dinilai Tak Manusiawi

1 April 2026 - 14:41 WIB

Fraksi PKB saat menerima Aduan Nakes RS Ananda Bekasi

Resmi! Achmad Rivai Terpilih Jadi Ketua DPD PAN Kota Bekasi

31 Maret 2026 - 20:06 WIB

KSB DPD Terpilih

Abdul Harris Bertekad Perkuat Sinergi dan Inovasi Pembangunan, Hadiri Halal Bihalal di Gedung Sate

31 Maret 2026 - 12:38 WIB

Momen kebersamaan dalam halal bihalal Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Gekrafs Kota Bekasi Dukung Amsal Sitepu, Serukan Keadilan bagi Pelaku Ekraf di Tanah Air

30 Maret 2026 - 19:32 WIB

Gekrafs Kota Bekasi.

DPRD Kota Bekasi Dorong Pemetaan Daerah Asal Pendatang Baru

30 Maret 2026 - 00:10 WIB

DPRD Kota Bekasi minta Pemkot lakukan pemetaan daerah asal pendatang baru.
Trending di Politik