JATISAMPURNA – Sesuai pesan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Pemerintah Kota (Pemkot) mengintruksikan seluruh jajarannya terutama pada kantor pelayanan pemerintahan untuk membuat lubang biopori.
Aparatur dan warga diinstruksikan membuat lubang biopori serentak di lingkungan masing-masing, terutama menjelang musim hujan, untuk menjaga cadangan air tanah.
Solusi jitu Tri Adhianto tersebut, juga di gencarkan oleh Camat Jatisampurna Nata Wirya, pada Rabu (11/3/2026), kantor kecamatan langsung membuat lubang biopori tersebut. Hal itu dirinya awali untuk memberikan contoh kepada jajaran aparaturnya dan masyarakat.
Pembuatan lubang biopori di kantor kecamatan Jatisampurna berada disisi kiri area kantor. “Kita buat lubang biopori disini dengan diameter 2 x 2 meter dan kedalaman 1,5 meter,” ucap Camat Nata.
‘kita buat pembuatan lubang biopori ini sesuai surat edaran wali kota bekasi, bahwa tiap instansi pemerintah harus memiliki atau membuat lubang biopori dengan diameter 1 x 1 m² dan kedalaman 1,5 – 2 meter. Dan sebagai percontohan kecamatan jatisampurna membuat terlebih dahulu,” ujarnya.
Pada saat apel kecamatan, kata Camat Nata, dirinya juga sudah instruksikan kepada semua lurah untuk membuat lubang biopori.
“Pak Wali Kota instruksikan jajarannya untuk pembuatan lubang biopori tak lepas juga kepada masyarakat juga untuk ikut berpartisipasi membuatnya. Oleh karena itu, jajaran pemerintah mengawalinya dengan membuatnya di lingkungan kantor instansi,” imbuhnya.
Yang diutamakan terlebih dahulu, masih kata Nata, dari pemerintah terlebih dahulu untuk memberikan contoh dan mengedukasi kepada masyarakat. “Lubang biopori ini banyak manfaat salah satunya, selain untuk resapan air juga sebagai kompos sampah,” paparnya.
“Harapan kepada masyarakat agar memiliki kesadaran tidak membuang sampah sembarangan. Karna terus terang aja, di wilayah jatisampurna masih banyak oknum yang membuang sampah sembarangan, padahal saya sudah melakukan sayembara bagi siapa pun dapat menangkap pelaku pembuang sampah sembarangan dapat imbalan, namun tetap saya banyak sampah liar,” cetusnya. (Yudhi)








