Menu

Mode Gelap
PT Mitra Patriot Laporkan Dugaan Provokasi Penolakan Penataan Pasar Baru ke Polisi Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas Tri Adhianto: Data Berkualitas Kunci Cegah Korupsi di Kota Bekasi

Bekasi Kabupaten

Dua Sekolah Baru di Cibitung Siap Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemdes Muktiwari Apresiasi Pemkab Bekasi

badge-check


					Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin. Perbesar

Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin.

CIBITUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Muktiwari, Kecamatan Cibitung, menyambut positif pembangunan dua unit sekolah baru, yaitu SMPN 7 Cibitung dan SDN Muktiwari 03, yang telah selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Keberadaan fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan bagi warga sekitar.

Bahrudin, Kepala Desa Muktiwari, mengungkapkan rasa syukur dan dukungannya atas terealisasinya proyek tersebut. Menurutnya, kehadiran SDN Muktiwari 3 dan SMPN 7 Cibitung akan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.

“Alhamdulillah, pembangunan SDN Muktiwari 3 dan SMPN 7 Cibitung sudah rampung, termasuk perlengkapan mebelernya. Kami sangat berterima kasih kepada Pemda karena aspirasi masyarakat bisa terwujud,” kata Bahrudin di Kantor Desa Muktiwari, Selasa (5/8/2025).

Dia menuturkan, jumlah penduduk di wilayahnya terus bertambah dengan pesat, mencapai sekitar 16.000 jiwa. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan sarana pendidikan semakin mendesak. Oleh karena itu, dia mendorong Pemkab Bekasi untuk membangun lebih banyak sekolah di masa depan.

“Saat ini hanya ada tiga SD Negeri di Muktiwari, itu belum cukup. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, terutama banyaknya anak-anak dan balita, penambahan sekolah baru sangat diperlukan,” tegasnya.

Bahrudin menekankan pentingnya ketersediaan sekolah negeri yang memadai agar sesuai dengan jumlah penduduk. Menurutnya, minat masyarakat menyekolahkan anak di sekolah negeri cukup tinggi karena biayanya lebih terjangkau dibanding sekolah swasta, sehingga dapat mengurangi risiko anak putus sekolah.

“Di sekolah swasta ada biaya SPP, sedangkan di negeri ditanggung pemerintah, jadi gratis. Ini salah satu upaya mencegah anak tidak melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

Meski angka putus sekolah di Desa Muktiwari terbilang rendah, Bahrudin berharap pembangunan sekolah negeri terus diperbanyak agar kebutuhan pendidikan masyarakat tetap terpenuhi seiring pertambahan penduduk. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Mitra Patriot Laporkan Dugaan Provokasi Penolakan Penataan Pasar Baru ke Polisi

7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Dirut PT.MP

Aksi Heroik Satpam dan Warga Padamkan Angkot KR Terbakar di Pondok Melati Bekasi

7 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Di Tengah WFH Lurah Jatisampurna Turun Langsung Potong Rumput di Jalan Raya Kranggan

7 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Wawali Harris Bobihoe Temui Anak Sayuti Melik, Sampaikan Undangan Kehormatan dari Presiden Prabowo

7 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Atlet Peparpeda, Tegaskan Komitmen Kota Bekasi Ramah Disabilitas

6 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe
Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!