BEKASI TIMUR – DPRD Kota Bekasi mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menyetujui pemberian Bantuan Presiden (Banpres) sekitar Rp200–220 miliar guna mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengatakan proyek flyover tersebut memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Di tengah kebijakan efisiensi, Pemerintah Kota Bekasi sempat menghadapi kesulitan untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
“Flyover Bulak Kapal ini membutuhkan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Sementara saat ini kita baru menyelesaikan pembebasan lahan, dan pada 2026 rencananya sudah mulai dibangun. Namun belum bisa dipastikan apakah pembangunan itu bisa selesai tepat waktu,” ujar Sardi kepada awak media, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, dengan adanya tambahan Banpres lebih dari Rp200 miliar, pembangunan flyover akan sangat terbantu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bekasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Bantuan ini tentu sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi, khususnya Flyover Bulak Kapal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sardi juga menyoroti kebutuhan pembangunan flyover lainnya, termasuk di kawasan Stasiun Bekasi yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari.
Selain itu, ia menyinggung program PT Kereta Api Indonesia terkait proyek double-double track lintas Cikarang–Manggarai yang dinilai akan berdampak pada penutupan perlintasan sebidang.
“Dengan adanya double-double track, yang berarti ada empat jalur rel, maka perlintasan sebidang akan ditutup karena berbahaya. Oleh karena itu, dibutuhkan flyover sebagai solusi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” tandasnya. (@nt)








