BANTARGEBANG – Pemandangan antrian panjang armada truk sampah di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi selalu terjadi setiap saatnya. Itu terjadi lantaran keadaan zona pembuangannya sudah status overload.
Belum lagi, zona pembuangan sampah di TPA Sumur Batu tersebut juga sering terjadi longsor akibatnya berdampak pada pelayanan open dumping.
Informasi tersebut sering diutarakan oleh kebanyakan sopir truk yang antri menunggu giliran membuang sampah di lokasi TPA milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tersebut.
“Kondisi zona pembuangan sebenarnya sudah penuh, terlebih di zona yang dijadikan pelayanan saat ini. Biasanya kalau kondisi normal di TPA Sumur Batu jam 8 pagi sudah mulai pelayanannya, tapi disana sering terjadi keterlambatan karna informasi di lokasi sering ada perapihan zona pembuangannya yang sudah overload atau krodit,” ungkap salah satu sopir truk sampah di TPA Sumur Batu, Selasa (28/4/2026).
Kondisinya selalu terjadi antrian panjang armada truk sampah disana selain karna semua zona pembuangan sudah krodit, juga sering terjadi longsor di area jalur armada truk.
“Kondisi ini pasti berdampak pada pelayanan di bawah, banyak antrian truk karna malam belum selesai sampai menginap sopirnya di lokasi TPA ini,” ulasnya.
*. Kenapa Sistem Pengelolaan TPA Sumur Batu Masih Pakai Cara Lama Open Dumping
Terpisah, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, S.Sn., mengatakan keterangan yang didapat langsung dari DLH saat rapat dengan komisi dua beberapa waktu lalu sedang penyesuaian dan pembenahan. “Apalagi sekarang semua zona pembuangan di TPA sumur batu sudah sangat mengkhawatirkan, jangan sampai kejadian yang sama seperti di TPST Bantargebang terulang di TPA milik kota bekasi ini,” katanya, Selasa (28/4/2026).
“Seperti ini kita antisipasi, kita di komisi dua pada rapat dengan DLH waktu itu meminta dan mendesak dinas itu untuk segera membenahi permasalahan penumpukan sampah di TPA itu. Sementara pararel dengan itu, DLH kan sedang memenuhi terkait dengan Sanitary Landfillnya, dan juga persiapan untuk pembangunan PSEL yang akan dilakukan Ground Breaking (peletakan batu pertama) pada pertengahan tahun 2026 ini,” ucap Latu Har Hary.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ini juga mengatakan ditengah persiapan ground breaking PSEL itu secara pararel, komisi dua tetap mengawasi soal Existingnya, yaitu pengolahan sampahnya dari Open Dumping menjadi Sanitary Landfillnya. (Yudhi)









