JATISAMPURNA – Proyek pembangunan rawat inap gedung lima lantai RSUD Tipe D Jatisampurna dengan nilai anggaran Rp 30 miliar lebih, hingga kini belum juga rampung sejak Desember 2024 lalu.
Awal pembangunannya dikerjakan sekitar antara bulan Juni – Agustus sampai Desember 2024 oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi. Dari data link inaproc LPSE Kota Bekasi anggaran proyeknya mengalami beberapa perubahan dalam kurung waktu bulan Juni dan Juli.
Pantauan di lapangan, walau dari luar terlihat megah seperti sudah selesai ternyata progres pembangunan dalamnya di lantai 5 terlihat masih jauh dari kata selesai.
Sejumlah fasilitas yang menjadi bagian dari proyek belum dapat difungsikan, bahkan beberapa bagian bangunan tampak mangkrak. Diantaranya IPAL belum ada, Instalasi listrik lantai 5 belum rapih maupun progres keseluruhannya di lantai tersebut.
Warga sekitar mengaku kecewa dengan lambannya penyelesaian proyek tersebut. “Seharusnya kan gedung baru itu sudah bisa digunakan jadi ga ada alasan lagi pihak RSUD bilang ruang rawat inap penuh. Kami berharap pemerintah menindaklanjuti agar cepat ditindak lanjuti,” ujar, salah seorang warga setempat.
Proyek itu di usulkan (pokir) oleh salah satu Pimpinan DPRD Kota Bekasi pada 2023 dan terealisasi pengerjaannya menjelang pilkada pada 2024 kemarin tersebut digadang-gadang mampu meningkatkan pelayanan dan memberi manfaat bagi masyarakat ini awalnya ditargetkan tuntas dalam waktu enam bulan.
Publik mendesak adanya pengawasan ketat dan evaluasi terhadap kinerja kontraktor agar proyek yang menelan anggaran besar tidak merugikan masyarakat.
Dalam kesempatannya usai paripurna DPRD Kota Bekasi Kamis (30/10/2025), Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, beralasan bahwa kemarin dananya tidak cukup untuk pembangunan gedung baru lima lantai di RSUD Jatisampurna.
Walau terkesan dipaksakan membangun dengan anggaran terbatas, padahal dalam proses pelelangan sudah mengalami beberapa perubahan. Namun tetap saja tidak selesai dalam satu kali anggaran proyek pembangunan di tahun anggaran 2024 kemarin.
“Untuk kelanjutan pembangunan itu sudah kita ajukan, karna diawal kemarin dananya tak cukup. Saat ini ada beberapa hal pengajuan diantaranya lanjutan pembangunan lantai 5, IPAL dan Instalasi Listrik,” katanya.
Masih kata Subroto, untuk anggaran perubahan ABT tahun ini adanya untuk IPAL pada gedung baru RSUD jatisampurna. “Kalau untuk lanjutan pembangunan lantai 5 tidak dianggarkan tahun ini,” tambahnya.
Pengakuan dari pihak RSUD jatisampurna sampai detik ini belum ada serah terima bangunan dari disperkimtan kota bekasi ke dinas kesehatan yang menaungi RSUD tipe D Jatisampurna. Selain itu instalasi penunjang seperti IPAL di gedung baru itu belum tersedia oleh disperkimtan sebagai pemegang proyek bangunan itu.
Diketahui, melalui APBDP (perubahan) tahun 2025 ini pemkot bekasi pada lelangnya menganggarkan untuk pembangunan instalasi IPAL di gedung baru lima lantai itu sebesar kurang lebih 1,3 miliar rupiah. Anehnya, di APBD perubahan itu tak ada anggaran untuk melanjutkan penyelesaian pada bangunan gedung lima lantai itu pada tahun ini.
Sementara itu Direktur RSUD Tipe Jatisampurna type D, drg. Anastasya Happy Sumanti, MARS, pada Senin (28/8) lalu menjelaskan gedung 5 lantai rawat inap itu menjadi satu usulan pihaknya di tahun-tahun sebelumnya,
“Alhamdulillah rampung di Desember tahun 2024 lalu, namun seperti yang diketahui sampai saat ini belum bisa digunakan karena secara resminya atau legalnya belum serah terima dari dinas perkimtan ke dinas kesehatan, terlebih di lantai 5 kondisinya belum selesai dibangun,” ungkapnya.
Lebih jauh dirut RSUD jatisampurna mengharapkan fasiltas gedung baru lima lantai di RSUD jatisampurna ini yang proyek pembangunannya dimulai kurang lebih sejak bulan juli atau agustus 2024 tahun lalu dapat segera digunakan di tahun ini, mengingat tingginya jumlah pasien yang datang untuk berobat. (yud)








