BEKASI SELATAN – Persoalan banjir masih menjadi keluhan utama warga dalam kegiatan Reses II Masa Jabatan 2024–2029 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Gerindra Demokrat, Yadi Hidayat, di RW 02, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Dalam dialog bersama warga, Yadi mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak jauh berbeda dengan hasil reses yang ia lakukan di sejumlah wilayah lainnya. Selain perbaikan jalan dan saluran drainase, banjir masih menjadi persoalan paling mendesak yang diharapkan segera ditangani Pemerintah Kota Bekasi.
“Kalau aspirasi warga tidak jauh berbeda dengan reses-reses di tempat lain. Yang utama berkaitan dengan infrastruktur, saluran air, dan banjir. Banjir menjadi prioritas warga Bekasi Selatan,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurut Yadi, sejumlah kawasan di Bekasi Selatan masih menjadi langganan banjir saat hujan deras maupun ketika debit Kali Bekasi meningkat. Wilayah yang kerap terdampak antara lain kawasan Galaksi, Pondok Pekayon Indah, Pondok Timur Mas, Villa Jakasetia, Depnaker, Jaka Kencana, hingga BSK.
Ia menilai penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi saluran drainase maupun sungai. Pemerintah Kota Bekasi juga perlu menambah kapasitas tampungan air melalui pembangunan polder baru.
“Kalau saya melihat memang harus ada penambahan polder. Polder yang ada di Galaksi menurut saya sudah tidak cukup. Harus dinormalisasi dan ditambah lagi supaya mampu menampung debit air saat hujan deras,” imbuhnya.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Bekasi Timur dan Bekasi Selatan itu mengungkapkan usulan pembangunan polder tambahan telah disampaikannya kepada Pemerintah Kota Bekasi. Menurutnya, lokasi yang paling memungkinkan berada di sekitar kawasan Grand View, berdekatan dengan polder yang sudah ada sehingga keduanya dapat berfungsi secara terpadu dalam mengendalikan limpasan air saat musim hujan.
Selain pembangunan polder, Yadi juga mendorong percepatan normalisasi Kali Bekasi agar penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek.
“Kalau hanya mengandalkan normalisasi saluran, persoalan banjir akan terus berulang. Harus ada penambahan tampungan air dan normalisasi Kali Bekasi agar penanganannya lebih komprehensif,” tandasnya. (@nt)








