BEKASI TIMUR – Dalam rangka mengenang tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu, yang melibatkan rangkaian KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, PT Railways Asset Management (RAM) menggelar doa bersama untuk para korban, pada Senin (4/5/2026).
<span;>Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan para almarhum yang gugur dalam peristiwa nahas tersebut. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah serta keluarga korban.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa momen doa bersama ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan pascakejadian.
“Malam ini adalah hari ketujuh setelah kejadian. Ini menjadi momen bagi kita untuk memperingati dan mendoakan para korban. Nantinya akan ada peringatan 40 hari, 100 hari, dan seterusnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Saya sebagai pemerintah hadir untuk menguatkan, memberikan dukungan, serta memastikan bahwa keluarga korban tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Suasana haru menyelimuti jalannya doa bersama, terutama saat keluarga korban mengenang orang-orang tercinta yang telah berpulang. (@nt)








