JATIASIH — Warga Jatiasih, Kota Bekasi terheran, proyek pembangunan turap Taman Pemakaman Umum (TPU) Jatisari milik pemerintah daerah setempat tanpa metode bore pile atau penanaman tulangan besi atau tanam ceker ayam pada pondasi dasarnya.
Alih-alih untuk menahan banjir imbas dari luapan kali cikeas, seharusnya metode pembuatan Bore Pile atau tanam Ceker Ayam menjadi keharusan untuk penguatan dinding turapnya. Sebab, pondasi dasar bore pile atau ceker ayam juga berfungsi meneruskan beban struktur bangunan diatasnya dari permukaan tanah sampai lapisan tanah keras dibawahnya.
Menurut keterangan warga setelah cek ke lokasi, lokasi proyek tanpa plang atau papan proyek, turap TPU itu Panjang pembangunannya sepanjang 90 meter x Lebar 1 meter x Tinggi total 2 Meter pembangunan turap pembatas lahan TPU Jatisari dengan DAS kali cikeas. Kedalaman dari permukaan tanah kedalam kurang dari setengah meter.

Secara kasat mata, kata Ikhwan, pembangunan kontruksi turap pembatas di lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) itu sepertinya kurang kokoh. “Perkuatan tanahnya tanpa telapak dasar beton dan juga tanpa menggunakan pondasi dasar untuk penahan tanah beton turap dengan tulangan utama baja,” ungkap Ikhwan kepada wartabekasi.id, Jum’at (28/11/2025).
“Pasalnya, proyek turap yang baru berjalan kurang lebih 10 hari itu dalam pengerjaannya tanpa pondasi dari dasar tanahnya tanpa pengikat telapak beton agar bangunan kuat,” cetusnya.
Menurutnya, jika bangunan tersebut tanpa pondasi dan tanpa dasar tulangan yang kuat akan sangat beresiko. “Sebab sering kali lokasi TPU sering mengalami bencana banjir imbas luapan kali cikeas beberapa kali pada periode bulan Maret, Mei dan Juli 2025 tahun ini,” imbuhnya.
Masih kata Ikhwan, dirinya juga sempat menanyakan ke pihak kantor UPTD TPU setempat, bahwa usulan dari TPU sendiri bangunan turap itu setinggi 2,5 meter (bukan 2 meter).
“Namun kita tanya juga ke staf UPTD TPU, katanya dari ucapan pihak pemborongnya bahwa biaya proyeknya hanya sebesar dibawah 200 juta, anggaran segitu untuk turap panjang 90 meter tinggi 2 meter, mungkin tidak sih bangunannya tanpa pondasi tulangan besi,” herannya.

Salah satu pekerja kontruksi juga mengatakan, dalam pembangunan turap itu arahan dari pelaksana hanya langsung pasang pecahan batu kali dengan adukan semen. “Kita disuruh langsung kerjakan pasang baru kali dengan adukan semen, belum ada arahan membuat tulangan pondasinya,” ungkapnya, Rabu (26/11/2025) lalu.
“Awalnya kita juga belum tau sepenuhnya gambar proyeknya, selebihnya cuma disuruh pasang batu bangunannya untuk proyek turap itu,” ucapnya.
Masih katanya, pihak pengawas dalam 10 hari ini juga baru datang sekali. “Setahu saya ada pengawas datang baru satu kali datang,” ujarnya.
Diketahui, kurang lebih sebanyak 1.200 kuburan dari 13 blok makam di TPU tersebut. Kerap terjadi banjir dari luapan kali cikeas merendam blok makam disana. (Yud)









