Menu

Otomatis
Breaking News

Bekasi Kota

LSM GNRI Soroti Kasus Pelecehan Di SMPN 13 Kota Bekasi

badge-check

Kiri: Ketua LSM GNRI DPD Kota Bekasi, Hendricko Sihombing Perbesar

Kiri: Ketua LSM GNRI DPD Kota Bekasi, Hendricko Sihombing

PONDOK MELATI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) DPD Kota Bekasi menyoroti terjadinya kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru di dunia pendidikan kota bekasi.

Hal itu terjadi lantaran disebabkan kurangnya kontroling dari pihak sekolah terutama oleh kepala sekolah. Selain itu juga tak adanya pembenahan mental para guru baik melalui pihak sekolah atau dari dinas pendidikan itu sendiri.

Beberapa bulan yang lalu para pengurus LSM GNRI DPD kota Bekasi mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) kota bekasi untuk berdiskusi terkait beberapa hal, yang salah satu nya soal kontroling dan pembenahan mental para guru.

“Dari hasil diskusi dengan disdik kota bekasi, kita simpulkan bahwa disdik kekurang tenaga SDM terutama bidang dalam hal pengawasan sekolah negeri,” ujar ketua GNRI DPD Kota Bekasi, Hendricko Sihombing, Jum’at (29/8/2025).

Karena kalau harus mengawasi seluruh sekolah, masih kata Hendricko, disdik kota bekasi menganggap masih berat. “Kurangnya SDM bidang pengawasan disdik ke sekolah-sekolah menjadi kendalanya, itu yang disampaikan oleh disdik sendiri,” ungkapnya.

“Sudah tugas kami untuk mengingatkan, memberi masukan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi kami kembalikan lagi oleh dinas terkait implementasi nya di lapangan mau seperti apa,” pungkasnya.

Menurutnya, LSM GNRI yang pasti akan selalu mengawasi dan mengkritisi jika ada kejanggalan dalam pelaksanaan program atau pun giat jalannya roda instansi-instansi pemkot bekasi dilapangan.

“Seharusnya dinas pendidikan sebagai dinas yang mendidik dapat mencegah serta memberikan solusi terbaik dan mendeteksi serta mencegah jika ada potensi pelanggaran, bukannya menunggu sampai ada kasus baru bergerak. Dan wali kota wajib mengevaluasi kepala SMPN 13,” cetusnya.

Dirinya berharap semoga saja kasus pelecehan seksual di SMPN 13 kota bekasi ini tidak terjadi lagi.

“Karna jika itu terjadi akan dapat menghancurkan mental siswa/siswi dan trauma yang begitu dalam kepada para peserta didik. Karna disdik tak memiliki tenaga pengawasannya, untuk sementara pihak sekolah lah yang paling bertanggung jawab,” tutupnya. (Yud)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Adhika Dirgantara Minta Dishub Konsisten Tertibkan Parkir Liar

22 Sep 2026 - 15:13 WIB

Adhika Dirgantara Minta Dishub Konsisten Tertibkan Parkir Liar

Ahli Waris: Akhirnya Bertemu Pimpinan Tepat di BPN Bekasi

22 Sep 2026 - 12:34 WIB

Ahli Waris: Akhirnya Bertemu Pimpinan Tepat di BPN Bekasi

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Bawa 4 Koper Barang Bukti

22 Sep 2026 - 11:03 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Bawa 4 Koper Barang Bukti

Catat! Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini Selasa 22 September 2026 di 2 Lokasi

22 Sep 2026 - 10:36 WIB

Catat! Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini Selasa 22 September 2026 di 2 Lokasi

Warga Hegarmukti Geruduk Lokasi Batching Plant, Usir Alat Berat dan Sindir Bupati Bekasi: Jangan Tidur!

22 Sep 2026 - 09:02 WIB

Warga Hegarmukti Geruduk Lokasi Batching Plant, Usir Alat Berat dan Sindir Bupati Bekasi: Jangan Tidur!
Trending di Bekasi Kabupaten
error: Content is protected !!