BEKASI UTARA – Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga Bekasi Utara dan Medan Satria menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam tragedi Sasak Kapuk.
Kegiatan yang digagas anggota dewan dapil Bekasi Utara-Medan Satria itu turut dihadiri Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Ketua DPRD Kota Bekasi, pejabat, serta masyarakat.
Penggagas kegiatan, Arif Rahman Hakim, mengatakan agenda tersebut telah digelar untuk kedua kalinya setelah pertama kali dilaksanakan pada 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya menjaga sejarah perjuangan bangsa, khususnya sejarah di Bekasi.
“Sasak Kapuk ini adalah sebuah sejarah yang sangat heroik, bagaimana almarhum Kiai Haji Noer Ali berjuang bersama pasukannya untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Arif.
Arif berharap kegiatan tabur bunga dapat terus menjadi tradisi tahunan. Selain itu, ia mendorong pembangunan monumen sejarah Sasak Kapuk segera direalisasikan.
Menurutnya, pembangunan monumen yang semula direncanakan pada 2026 harus ditunda karena adanya pembangunan proyek nasional MRT. Ia berharap monumen tersebut dapat terwujud pada 2027 setelah pembangunan MRT selesai.
“Monumen ini salah satu bentuk agar kita bisa mengingatkan kepada anak cucu kita bahwa pernah ada sejarah yang begitu hebat untuk kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Suryo Harjo, mengatakan agenda doa dan tabur bunga Sasak Kapuk diharapkan dapat mempererat persatuan masyarakat Kota Bekasi sekaligus mengingat kembali sejarah perjuangan para pahlawan.
Ia menyebut perjuangan KH Noer Ali menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Bekasi turut memberikan kontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Agenda tabur bunga Sasak Kapuk ini untuk mempersatukan masyarakat Kota Bekasi sekaligus mengingat sejarah perjuangan, seperti KH Noer Ali, bahwa Kota Bekasi juga punya tokoh yang berkontribusi mempertahankan Republik Indonesia agar tetap merdeka,” kata pria yang akrab disapa Haji Ajo.
Ia menambahkan, kegiatan tabur bunga Sasak Kapuk akan dipertahankan sebagai agenda tahunan dan diharapkan dapat terus menjadi tradisi masyarakat.
“Ke depan tetap kita pertahankan. Kita jadikan agenda ini sebagai tradisi tahunan untuk melaksanakan tabur bunga,” tandasnya. (@nt)













