JATIASIH – Kebutuhan lahan pemakaman umum di TPU Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi semakin mendesak. Pemerintah Kota Bekasi didorong segera melakukan perluasan dan pematangan lahan.
TPU Jatisari saat ini memiliki luas lahan aktif 3 hektar dengan 6.000 liang yang sudah terisi. Pemerintah sebenarnya sudah memiliki lahan potensi perluasan seluas 2 hektar yang bersebelahan dengan area aktif. Namun lahan tersebut belum digarap karena masih perlu pengurukan.
Koordinator Wilayah TPU Jatisari, Syarifudin, menyebut masih ada cadangan lahan lain yang bisa dikembangkan. Rinciannya 4 hektar dan 1,6 hektar.
“Jika ditotal, lahan TPU Jatisari yang bisa aktif seluruhnya mencapai lebih dari 10 hektar, sesuai data UPTD Pemakaman,” ujar Syarifudin.
Ia menjelaskan, lahan 2 hektar yang sudah dimiliki Pemkot belum bisa digunakan karena kondisinya menjurang ke bawah di sisi Sungai Cikeas. “Sebenarnya tinggal pengurukan tanah. Kalau sudah matang, bisa langsung dipakai,” katanya.
*. Komentar Warga
Warga sekitar mengaku khawatir kehabisan lahan pemakaman dalam beberapa tahun ke depan.
Rohman, 52, warga Jatisari: “Sudah banyak warga luar Jatiasih juga yang dimakamkan di sini. Kalau tidak segera diperluas, nanti keluarga kami bingung mau dimakamkan di mana. Tolong Pemkot jangan nunggu penuh dulu baru bergerak.”
Abdul, 45, warga setempat: “Lahan 2 hektar itu sudah ada dari lama, tapi sampai sekarang belum diuruk. Kami minta Disperkimtan segera kerjakan. Musim hujan rawan longsor kalau dibiarkan begitu saja.”
“Tapi Pemkot juga harus pastikan akses jalan ke TPU diperlebar, karena tiap ada pemakaman jalanan macet,” ucapnya.
Warga berharap Pemkot Bekasi segera mengalokasikan anggaran untuk pengurukan, pematangan lahan, dan pembangunan fasilitas pendukung seperti jalan dan drainase di area perluasan TPU Jatisari. (¥ud)











