Katanya Target 2 Tahun Gunung Sampah Sumurbatu Rata dengan Tanah
BANTARGEBANG – Status penanganan sampah di Kota Bekasi kini masuk kategori darurat. Kondisinya disetarakan dengan Bali dan Tangerang.
Merespons krisis ini, pemerintah pusat bersama TNI Angkatan Darat (AD) resmi melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Rabu 26/8/2026.
Solusi Ganda: Olah Sampah Baru dan Musnahkan Gunung Lama
Proyek ini diproyeksikan jadi solusi ganda. Fasilitas PSEL akan mengolah sampah baru menjadi listrik. Sementara gunungan sampah lama di TPS Sumurbatu akan dimusnahkan dengan teknologi pirolisis yang dikelola TNI AD.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menargetkan gunungan sampah yang menahun di TPS Sumurbatu rata dengan tanah maksimal 2 tahun.
“Kota Bekasi sudah darurat seperti Bali dan Tangerang, makanya kita lakukan groundbreaking. Bertahun-tahun persoalan ini tidak selesai. Setelah ini, sampah akan kita selesaikan dalam dua tahun. Gunung sampah di TPS Sumurbatu itu tidak akan ada lagi, insyaallah,” tegas Zulkifli.
Ia mengakui langkah darurat saat ini baru menyelesaikan 22 persen dari total masalah. Karena itu keterlibatan TNI AD sangat krusial.
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kesiapan pasukannya. “Kami akan proses sampah yang lama yang sudah menjadi gunung. Tahun depan, insyaallah akan kita proses dengan metode pirolisis,” jelasnya.
Zulkifli juga berjanji akan bertanggung jawab di depan publik. “Kita akan bebaskan Kota Bekasi dari bau sampah yang menggunung. Target dua tahun. Kalau dua tahun tidak beres, nanti saya dipanggil lagi ke mari. Boleh dimarahi, oke?” pungkasnya.
PSEL Target Operasi 18 Bulan, Kapasitas 1.400 Ton/Hari
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan fasilitas PSEL beroperasi penuh dalam 18 bulan. Pembangunan fisik ditargetkan selesai akhir 2027 atau awal 2028.
Fasilitas ini dirancang kapasitas maksimal 1.500 ton per hari. Namun yang disepakati dikelola 1.400 ton, untuk menekan total beban sampah Kota Bekasi yang kini 1.800 ton per hari.
“Sisa 300 ton menjadi tantangan kita, sehingga pemilahan sampah dari hulu tetap harus diutamakan. Saat ini dari sekitar 643 bank sampah yang aktif, rata-rata baru bisa mengelola 10 ton per hari,” ujar Tri.
Pemkot Bekasi kini bertugas mengawal proyek, menyiapkan armada pengangkut, dan memastikan pasokan sampah tepat waktu. Ke depan Pemkot juga akan membangun pabrik pengolahan residu pembakaran. Sekitar 30 persen sisa pembakaran akan diolah jadi bahan bangunan seperti batako, kerikil, pasir, dan semen.
Untuk output listrik, Tri memastikan pasokan dari PSEL akan dikembalikan penuh untuk kebutuhan warga Kota Bekasi. PT PLN Persero akan membangun gardu khusus terintegrasi dengan fasilitas PSEL.
Groundbreaking ini turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sinergi PSEL dan pirolisis TNI AD diharapkan mengembalikan kualitas udara dan lingkungan warga sekitar Bantargebang. (¥ud)











