Kasi Kesos Jatisari: Ada IPAL Yang Tak Sesuai SOP
JATIASIH – Kasi Kesos Kelurahan Jatisari, Marti Hartati, melakukan monitoring ke 7 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, Selasa 26/8/2026.
Monitoring dilakukan menyusul permintaan Korcam Kecamatan Jatiasih untuk pendataan titik SPPG.
Dari hasil pantauan, Marti menemukan sejumlah persoalan. Mulai dari bau limbah, akses masuk yang ditolak, hingga kelengkapan dokumen K3 dan Dinkes yang tidak dipajang.
SPPG Jatisari 2 & 7 di Jalan Matoa Paling Bau
Marti menyebut SPPG paling bermasalah ada di RW 13, Jalan Matoa. Yakni SPPG Jatisari 2 di Blok CK-1 No. 9 dan SPPG Jatisari 7 di Blok CK No. 7.
“Yang paling bau itu 13. Matoa. Pas masuk gerbang itu aja udah bau. Saya bilang bau,” kata Marti.
IPAL kedua lokasi itu berada di depan gerbang dan langsung terlihat saat masuk. Saat ditanya ke petugas, ia mendapat jawaban tidak ada warga yang komplain.
Ia juga menyorot SPPG Jatisari 1 milik “J” di bekas pabrik tahu. Marti mengaku tidak ditunjukkan lokasi IPAL.
“Ini langsung ke kali ya? Itu karyawannya langsung ngalihin omongan. ‘Ibu kenal kan J?,” ujarnya. Ia khawatir limbah dibuang langsung ke kali karena lokasinya dekat.
Akses Ditutup di SPPG Emerald, Dokumen Tak Lengkap
Berbeda dengan SPPG bekas pabrik tahu di Bojong yang menurut Marti sudah bagus. Ada SOP K3, dokumen Dinkes dan halal dipajang rapi.
Namun di SPPG Jatisari 1 di Emerald Terrace, ia tidak diperbolehkan masuk. Hanya ngobrol dengan ahli gizi, Ratna Dewi, di luar dekat parkiran motor. Kepala SPPG juga tidak ada di tempat.
“Jangankan mengecek, masuk aja kagak. Jangankan ditawarin duduk, kagak,” kata Marti.
Untuk limbah sayur, petugas menyebut diangkut untuk maggot.
Monitoring Terbatas, Fokus ke IPAL dan Kelengkapan
Marti menyebut monitoring hari ini terbatas. Tidak melihat proses masak karena belum jamnya. Fokusnya mengecek IPAL dan kelengkapan administrasi.
“Apalagi punya si J. Tapi ya balik lagi, itu kan dia banyak backingannya,” ucapnya.
Dari 7 titik, hanya SPPG bekas pabrik tahu yang dinilai rapi dokumennya. Sementara lainnya ada yang tidak pasang SOP K3.
Data SPPG yang dimonitor:
1. Jatisari 1: Jl. Wibawa Mukti 2, Emerald Terrace RT 001 RW 006
2. Jatisari 2: Jl. Matoa Blok CK-1 No. 9, RT 005 RW 013
3. Jatisari 3: Jl. Abu Raya RT 005 RW 002
4. Jatisari 4: Jl. H Jaiman RT 005 RW 005, Kp. Bojongsari
5. Jatisari 5: Jl. Kampung Bulak Jawa RT 003 RW 003
6. Jatisari 6: Jl. Sirojul Munir RT 002 RW 003
7. Jatisari 7: Jl. Matoa Blok CK-1 No. 7
Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari pengelola SPPG terkait temuan tersebut. (red)











