BEKASI TIMUR – Anggota Fraksi PAN Pembangunan DPRD Kota Bekasi, Achmad Rivai, mempertanyakan progres revitalisasi Lapangan Mini Pondok Gede yang sebelumnya disebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kota Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Achmad Rivai dalam interupsi rapat paripurna DPRD Kota Bekasi terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, Kamis (10/9/2026).
Dalam interupsinya, Achmad Rivai mengatakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sebelumnya telah menyampaikan rencana revitalisasi Lapangan Mini Pondok Gede sebagai “kado” untuk Kota Bekasi.
“Bahwasanya KDM memberikan kado untuk Kota Bekasi, yaitu revitalisasi Lapangan Mini Pondok Gede,” ujar Rivai.
Namun, menurutnya, hingga kini masyarakat masih mempertanyakan sejauh mana komunikasi antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana tersebut.
“Banyak masyarakat mempertanyakan kepada kami, sampai di mana komunikasi antara Kota Bekasi dengan Pemprov Jawa Barat,” katanya.
Ia menilai kondisi Lapangan Mini Pondok Gede saat ini cukup memprihatinkan. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terlebih setelah sempat viral sebuah video yang memperlihatkan dua pasangan muda berada di area lapangan tersebut.
“Karena yang sekarang ini sangat memprihatinkan. Lapangan Mini Pondok Gede sangat memprihatinkan. Sempat viral tiga bulan yang lalu dua pasangan sejoli yang sedang memadu kasih,” ungkapnya.
Karena itu, Rivai meminta Pemerintah Kota Bekasi menjelaskan sejauh mana perkembangan komunikasi dan mekanisme revitalisasi tersebut.
“Kami ingin mempertanyakan sejauh mana progres dan komunikasi antara Pemkot dengan Pemprov Jabar. Karena KDM sudah melempar bola, tinggal bagaimana komunikasi untuk mekanismenya di sana,” ujarnya.
Selain persoalan revitalisasi Lapangan Mini Pondok Gede, Achmad juga menyoroti kesiapan penyelenggaraan kegiatan pemerintah. Ia menyinggung insiden matinya lampu ketika Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dalam kegiatan PSEL.
“Saya sangat menyayangkan pada saat PSEL kemarin, Menko Pangan pada saat berbicara, lampunya mati. Lampunya mati, Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan,” kata Rivai.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi catatan terkait kesiapan teknis dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di Kota Bekasi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan komunikasi terakhir mengenai revitalisasi Lapangan Mini Pondok Gede dilakukan ketika Dedi Mulyadi hadir di Kota Bekasi dalam rangka rapat persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Jadi komunikasi terakhir adalah pada saat Pak KDM hadir di Kota Bekasi, pada saat rapat persiapan Porprov,” kata Tri.
Tri menjelaskan, rencana revitalisasi tersebut memang belum masuk dalam anggaran Pemerintah Kota Bekasi pada 2026. Namun, Dedi Mulyadi disebut telah menyanggupi sejumlah hal yang kemudian menjadi komitmen untuk Kota Bekasi.
“Memang itu tidak masuk di anggaran tahun 2026 ini, tapi beliau menyanggupi hal-hal yang kemudian menjadi beberapa yang kemudian menjadi janji beliau terhadap Kota Bekasi,” ujarnya.
Pemkot Bekasi, lanjut Tri, akan menindaklanjuti komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait mekanisme dan perkembangan rencana revitalisasi tersebut. (@nt)












