JATISAMPURNA – Maraknya penyebaran hoaks dan potensi konflik sosial di ruang digital membuat Pemkot Bekasi memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri hingga tingkat kecamatan.
Penguatan itu dilakukan lewat kegiatan Sinergitas Forkopimda dan Forkopimcam Kota Bekasi TA 2026 yang digelar di Aula kantor Kecamatan Jatisampurna, Rabu (15/7/2026).
Mengusung tema “Jaga Kondusivitas, Cegah Konflik dan Hentikan Penyebaran Hoaks”, kegiatan ini menjadi forum komunikasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Acara dibuka Kasi Trantib Kecamatan Jatisampurna, Rahmat Jamhari. Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, beserta unsur Forkopimcam Jatisampurna, Camat Jatisampurna Nata Wirya.
Dari 5 kelurahan yang ada di kecamatan jatisampurna hanya dua lurah yang hadir pada kegiatan sosialisasi Sinergitas Forkopimda dan Forkopimcam itu, antara lain Lurah Jatisampurna Cecep Kartawiria dan Lurah Jatiraden Agus Budiyanto.
Dalam sambutannya, Hudi Wijayanto menekankan pentingnya kewaspadaan bersama. Ia menyebut kondusivitas tidak boleh membuat masyarakat lengah.
“Kita tidak bisa menjamin 100 persen aman. Tapi kita harus berupaya. Jangan sampai merasa sudah kondusif lalu mengurangi kewaspadaan,” ujarnya.
Hudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kecamatan, kepolisian, TNI, RT/RW, hingga tokoh masyarakat, untuk aktif menjaga lingkungan.
“Kalau hanya dikerjakan satu elemen, hasilnya tidak akan optimal. Semua harus punya peran aktif dalam pembangunan dan menjaga kondusivitas,” katanya.
Ia turut menyoroti bijak bermedia sosial sebagai kunci menangkal hoaks.
“Jangan mudah percaya dengan berita bohong. Pahami dan gunakan teknologi secara bijak,” tegas Hudi.
Kegiatan ini juga menghadirkan pemaparan materi terkait potensi konflik, cara deteksi hoaks, dan peran Forkopimcam dalam menjaga stabilitas di wilayah. (¥ud)








