Menu

Otomatis
Breaking News

Bekasi Kota

Komisi II DPRD Kota Bekasi Soroti Lambannya serapan APBD, Dekati Akhir Tahun Jauh dari Target

badge-check

Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad.

BEKASI TIMUR – Komisi II DPRD Kota Bekasi menyoroti lambannya serapan anggaran pembangunan daerah yang hingga penghujung 2025 dinilai masih jauh dari target. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena langsung berdampak pada tertundanya berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohammad, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kinerja dan bergerak lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan realisasi anggaran.

“Saya minta OPD bekerja maksimal, harus digenjot sama wali kota ya, karena bagaimanapun ini yang dirugikan masyarakat,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (20/11/2025).

Politisi Fraksi PDIP tersebut juga memperingatkan adanya potensi sanksi dari pemerintah pusat jika alokasi dana yang sudah diberikan tidak segera dibelanjakan.

“Kalau sampai dana ini masih ada dan belum terbelanja, kita nggak tahu ada punishment apa ke depan dari Kementerian Keuangan maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Gilang menilai kepala dinas yang baru harus bergerak lebih responsif untuk memastikan seluruh anggaran terserap optimal. Menurutnya, banyak proyek pembangunan yang terhambat karena kinerja OPD belum maksimal.

“Saya berharap kadis yang baru bisa lebih ‘gas pol’ dalam membelanjakan anggaran ini, karena rata-rata pembangunan ini terhambat,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pengawasan terakhir, serapan anggaran baru mencapai sekitar 50 persen. Gilang menargetkan angka tersebut minimal bisa menembus 70 persen menjelang penutupan tahun anggaran.

“Walaupun ini sudah tinggal hitungan hari, kita berharap bisa 70 persen. Tinggal dikit lagi tutup tahun,” katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan serapan anggaran melambat, mulai dari peralihan kepemimpinan dari Pj Wali Kota ke wali kota definitif, hingga masalah teknis seperti kegagalan lelang dan ketidaksesuaian spesifikasi dari pihak ketiga.

“Banyak kendala teknis. Tapi menurut saya harusnya dinas bisa tanggulangi, jangan ada alasan lagi ke depan,” tegasnya.

Dengan waktu yang semakin terbatas, Komisi II meminta pemerintah kota bergerak cepat agar pembangunan tidak kembali tertunda dan pelayanan publik tetap berjalan optimal. (Ads)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dilarang Bakar Sampah di Jatisampurna! Camat Ingatkan Sanksi 3 Bulan Penjara dan Denda Rp 50 Juta

23 Sep 2026 - 06:43 WIB

Dilarang Bakar Sampah di Jatisampurna! Camat Ingatkan Sanksi 3 Bulan Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Adhika Dirgantara Minta Dishub Konsisten Tertibkan Parkir Liar

22 Sep 2026 - 15:13 WIB

Adhika Dirgantara Minta Dishub Konsisten Tertibkan Parkir Liar

Ahli Waris: Akhirnya Bertemu Pimpinan Tepat di BPN Bekasi

22 Sep 2026 - 12:34 WIB

Ahli Waris: Akhirnya Bertemu Pimpinan Tepat di BPN Bekasi

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Bawa 4 Koper Barang Bukti

22 Sep 2026 - 11:03 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, Bawa 4 Koper Barang Bukti

Catat! Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini Selasa 22 September 2026 di 2 Lokasi

22 Sep 2026 - 10:36 WIB

Catat! Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini Selasa 22 September 2026 di 2 Lokasi
Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!