CIKARANG PUSAT – Puluhan warga RW 012, RT 001 dan RT 002, Cluster Casman dan Puri Insani, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, meledak. Mereka menggelar aksi demo dan menghentikan paksa aktivitas alat berat di lokasi yang akan dibangun Batching Plant.
Aksi penolakan itu viral setelah diunggah akun Angel Vission. Dalam spanduk yang dibawa ibu-ibu, tertulis jelas: “KAMI WARGA CLUSTER CASMAN & PURI INSANI MENOLAK BATCHING PLANT DI DEKAT PEMUKIMAN”
Warga Geram: Kami Dijadikan Kelinci Percobaan?
Warga mengaku geram karena minim sosialisasi. Tiba-tiba lahan di samping permukiman digarap untuk industri beton.
“Kami tolak keras! Ini pemukiman, bukan kawasan industri. Anak-anak kami mau menghirup debu semen setiap hari? Bupati jangan pura-pura tidak tahu!” teriak salah seorang warga dalam video aksi.
Dalam surat keberatan resmi yang sudah dikirimkan ke Bupati Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP, lengkap dengan tanda tangan dan fotokopi KTP warga terdampak, warga membeberkan 4 ancaman nyata:
1. Bahaya Debu & Polusi Udara: Dari bongkar muat material dan produksi beton.
2. Gangguan Kebisingan: Alat berat dan truk mixer beroperasi non-stop.
*3. Ancaman Sumber Air:* Limbah cucian truk mixer berpotensi cemari sumur warga.
4. Tidak Aman Untuk Keluarga: Lalu-lalang truk tronton merusak jalan dan membahayakan anak-anak.
“Warga khawatir aktivitas tersebut nantinya berdampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” tulis warga dalam surat keberatannya.
Sindiran Pedas ke Bupati Bekasi
Di kolom komentar dan lokasi demo, sindiran pedas mengarah ke Pemkab Bekasi. Warga mempertanyakan izin lingkungan dan peran Bupati.
“Pak Plt. Bupati Asep Surya Atmaja yang terhormat, coba sekali-kali main ke Hegarmukti. Jangan hanya sibuk launching logo dan job fair di MM2100. Warga di sini mau sesak napas karena batching plant,” sindir warga lainnya.
“Kalau dekat rumah bupati dibangun batching plant, mau tidak? Jangan karena kami warga cluster kecil, jadi dibiarkan. Kaji ulang lokasi pembangunan!”
Cikarang Pusat sudah darurat debu yang dihasilkan oleh perusahaan BATCHING PLANT lainnya seperti di Tegal Danas yang sudah beroperasi.
DPRD Turun Tangan
Persoalan ini akhirnya mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bekasi. Anggota Komisi IV dikabarkan telah turun ke lokasi untuk meninjau langsung laporan warga.
Warga menegaskan aspirasi mereka satu: KAJI ULANG LOKASI PEMBANGUNAN.
“Lindungi lingkungan, kenyamanan dan keselamatan warga! Kami tidak anti pembangunan, tapi jangan bangun di atas penderitaan kami,” tutup warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Batching Plant dan Pemkab Bekasi belum memberikan pernyataan resmi. (¥ud)










