Menu

Otomatis
Breaking News

Bekasi Kota

Peran Kader Posyandu Sangat Penting, Adhika Dirgantara Minta Pemerintah Kota Bekasi Perhatikan Kesejahteraannya

badge-check

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Adhika Dirgantara, saat menyerap aspirasi dari para kader Posyandu. Perbesar

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Adhika Dirgantara, saat menyerap aspirasi dari para kader Posyandu.

BEKASI SELATAN – Anggota DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara, dari Fraksi PKS menggelar kegiatan reses di Pekayonjaya, Bekasi Selatan, Jumat (7/11/2025). Pertemuan yang dihadiri oleh puluhan tokoh perempuan dari 26 RW se-Pekayon ini didominasi oleh para kader Posyandu yang menyampaikan keluhan klasik namun mendesak, yakni minimnya anggaran operasional di tengah banyaknya kewajiban laporan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, para kader menggambarkan betapa kecilnya anggaran yang mereka terima. Posyandu disebut hanya menerima dana sebesar satu juta rupiah per bulan. Dari jumlah tersebut, hanya Rp 500.000 yang dialokasikan untuk biaya operasional Posyandu. Sisa Rp 500.000 lainnya dibagi untuk transportasi sepuluh kader, sehingga masing-masing hanya mendapat sekitar Rp 50.000.

“Uang lima puluh ribu itu habis untuk makan siang saja, bahkan kadang kurang untuk keperluan lain-lainnya. Ibarat kata, kita kader yang kerja ngumpulin data sampai uang kehabisan. Yang di sana cuma duduk malah mungkin terima uang dari laporan yang kita buat. Gimana dah?” ujar salah satu kader dengan nada kesal, menggambarkan ketimpangan yang mereka rasakan.

Menanggapi hal ini, Adhika Dirgantara mengakui kompleksnya masalah yang dihadapi para kader. Ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan, Posyandu berada di bawah pembinaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Namun, yang paling banyak meminta laporan justru Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Seharusnya Dinkes juga menganggarkan biaya operasional Posyandu yang lebih mencukupi. Tidak bisa hanya meminta laporan tanpa mendukung operasional di lapangan,” tegas Adhika.

Anggota dewan yang sedang menjalani masa Reses III (7-12 November 2025) ini pun berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan para kader ini langsung kepada Wali Kota Bekasi. Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan, Adhika bahkan memberikan saran radikal.

“Kalo memang perhatian Pemkot tetap masih kurang, Posyandu mogok beri laporan, nggak usah bikin laporan. Biar mereka tahu betapa pentingnya peran kader,” ujarnya setengah berkelakar, namun serius.

Saran tersebut menuai respons positif dari para peserta. Mereka berharap komitmen yang disampaikan Adhika dapat ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata dari Pemerintah Kota Bekasi, agar kesejahteraan kader dan efektivitas program Posyandu dapat terus ditingkatkan. (war)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gandeng Honda, Kecamatan Jatisampurna Gelar 50 Kuota Servis dan Ganti Oli Gratis Untuk Warga

24 Sep 2026 - 10:55 WIB

Gandeng Honda, Kecamatan Jatisampurna Gelar 50 Kuota Servis dan Ganti Oli Gratis Untuk Warga

Titik Terang Kasus Tanah Senun bin Nikin, LSM Somasi Apresiasi Kepala BPN Bekasi Turun Langsung ke Lapangan

23 Sep 2026 - 18:51 WIB

Titik Terang Kasus Tanah Senun bin Nikin, LSM Somasi Apresiasi Kepala BPN Bekasi Turun Langsung ke Lapangan

PKS TPST Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Desak Pemkot Transparan

23 Sep 2026 - 14:40 WIB

PKS TPST Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Desak Pemkot Transparan

Korupsi KSO Migas 2009-2024, Kejagung Kebut Pemeriksaan

23 Sep 2026 - 14:31 WIB

Korupsi KSO Migas 2009-2024, Kejagung Kebut Pemeriksaan

Abah Bodong 20 Tahun Hidup di Gubuk Tanpa KTP, Tamparan untuk Data Kemiskinan Bekasi

23 Sep 2026 - 10:54 WIB

Abah Bodong 20 Tahun Hidup di Gubuk Tanpa KTP, Tamparan untuk Data Kemiskinan Bekasi
Trending di Bekasi Kota
error: Content is protected !!